Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Jakarta, BeritaRayaOnline- Senin pagi hingga larut malam (20/10/2014) Kota Jakarta dan sekitarnya benar-benar "meledak" dipenuhi ribuan massa usai pelantikan Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi bersama JK di Gedung MPR/DPR RI Senayan.
Kota Jakarta yang siang itu dalam cuaca panas terik "diserbu" ribuan massa menanti-nantikan kedatangan rombongan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden JK mulai dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jln.MH.Thamrin, Bunderan Hotel Indonesia, Bunderan Monas, telah dipenuhi ribuan massa seperti lautan manusia.
Kawasan perkantoran koridor Sudirman-Thamrin, karyawan dan karyawatinya tumpah ruah ke jalan jadi lautan manusia. Sejakpagihari kedua jalan protokol ini telah dipenuhi ribuan massa di pinggir-pinggir jalan sampai trotoar jalan. Betul-betul Pesta Rakyat yang menanti Presiden Baru. Selamat Datang Presiden Baru Republik Indonesia periode 2014-2019. Sekali Merdeka..... tetap Merdeka!
Berikut bidikan foto-foto Wartawan BeritaRayaOnline, Lasman Simanjuntak, langsung dari lokasi acara Pesta Rakyat.....Pesta Kemenangan. (lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Berhembus bayu angin semilir
sejuknya sampai ke ujung pohon
sambutlah salam pesan terakhir
kusampaikan lewat untaian pantun
Orang mentigi mengail tenggiri
tenggiri dijual dalam pekan
kami yang pergi memohon diri
silap dan salah mohon dimaafkan
Bunga kemboja putih berseri
putihnya melur di ujung dahan
atas kerjasama yang baik selama ini
syukur dan terima kasih kami ucapkan
Lereng gunung di waktu siang
hijau pepohonan indah terlihat
mari tingkatkan semangat juang
demi wujudkan rakyat yang sehat
Untaian larik/bait pantun nyaris mirip puisi/sajak ini dibacakan Menteri Kesehatan Demisioner, dr.Nafsiah Mboi pada acara silaturahmi dan 'perpisahan' dengan para wartawan yang sehari-harinya meliput di Kantor Kementerian Kesehatan bertempat di Restoran Tesate Jalan Sam Ratulangi No.39, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (21/10/2014).
Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Menteri Kesehatan RI Demisioner Prof.Ali Gufron Mukti, dan Kepala Pusat Komunikasi (Puskom) Publik,Kementerian Kesehatan, drg.Murti Utami, MPH.
Sementara Wakil Menteri Kesehatan Demisioner Prof.Ali Gufron Mukti, mengatakan acara ini bukan merupakan pertemuan terakhir, tetapi akan membuat kita semakin kompak.Selama ini pemahaman tentang kesehatan masih minim, terutama bagi pejabat non kesehatan.
"Tugas wartawan dan media massa untuk menjelaskan pentingnya pembangunan kesehatan dan membangun SDM Kesehatan yang handal dan bermutu, serta mampu berdaya saing tinggi. Kementerian Kesehatan sering dibilang Kementerian 'Kesakitan' .Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang benar tentang kesehatan khususnya tentang pembangunan kesehatan dan juga diperlukan kerjasama yang baik," pesan Wamenkes Demisioner (lasman simanjuntak)
Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
sejuknya sampai ke ujung pohon
sambutlah salam pesan terakhir
kusampaikan lewat untaian pantun
Orang mentigi mengail tenggiri
tenggiri dijual dalam pekan
kami yang pergi memohon diri
silap dan salah mohon dimaafkan
Bunga kemboja putih berseri
putihnya melur di ujung dahan
atas kerjasama yang baik selama ini
syukur dan terima kasih kami ucapkan
Lereng gunung di waktu siang
hijau pepohonan indah terlihat
mari tingkatkan semangat juang
demi wujudkan rakyat yang sehat
Untaian larik/bait pantun nyaris mirip puisi/sajak ini dibacakan Menteri Kesehatan Demisioner, dr.Nafsiah Mboi pada acara silaturahmi dan 'perpisahan' dengan para wartawan yang sehari-harinya meliput di Kantor Kementerian Kesehatan bertempat di Restoran Tesate Jalan Sam Ratulangi No.39, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (21/10/2014).
Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Menteri Kesehatan RI Demisioner Prof.Ali Gufron Mukti, dan Kepala Pusat Komunikasi (Puskom) Publik,Kementerian Kesehatan, drg.Murti Utami, MPH.
Sementara Wakil Menteri Kesehatan Demisioner Prof.Ali Gufron Mukti, mengatakan acara ini bukan merupakan pertemuan terakhir, tetapi akan membuat kita semakin kompak.Selama ini pemahaman tentang kesehatan masih minim, terutama bagi pejabat non kesehatan.
"Tugas wartawan dan media massa untuk menjelaskan pentingnya pembangunan kesehatan dan membangun SDM Kesehatan yang handal dan bermutu, serta mampu berdaya saing tinggi. Kementerian Kesehatan sering dibilang Kementerian 'Kesakitan' .Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang benar tentang kesehatan khususnya tentang pembangunan kesehatan dan juga diperlukan kerjasama yang baik," pesan Wamenkes Demisioner (lasman simanjuntak)
Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Jakarta, BeritaRayaOnline, Joko Widodo resmi dilantik sebagai presiden ke-7 Republik Indonesia, bersama wakilnya, Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014). Jokowi-JK menjalani prosesi pelantikan di Ruang Sidang Paripurna I, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin pagi (20/10/2014). Seusai membacakan sumpah jabatan, Jokowi membacakan pidato perdana sebagai Presiden RI.
Berbekal secarik kertas yang telah dipersiapkan sebelumnya, Jokowi menyampaikan pidatonya selama 10 menit.
Berikut isi pidato pertama Jokowi sebagai Presiden RI ke-7:
Salam sejahtera untuk kita semuanya
Om swastiastu namo buddhaya
Yang saya hormati, pimpinan dan seluruh anggota MPR
Yang saya hormati, Wakil Presiden
Yang saya hormati, Bapak BJ Habibie, Presiden ketiga RI
Yang saya hormati, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI
Yang saya hormati, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden keenam RI
Yang saya hormati, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Kesembilan RI
Yang saya hormati, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia keenam
Yang saya hormati, Boediono, Wakil Presiden kesebelas RI
Yang saya hormati, Ibu SInta Nuriyah Wahid
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Prabowo Subianto dan
Hatta Rajasa
Yang saya hormati, yang mulia kepala negara dan pemerintahan dan
utusan khusus negara sahabat
Para tamu undangan yang saya hormati, saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air
Hadirin yang saya muliakan,
Baru saja kami, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengucapkan sumpah. Sumpah itu memiliki makna yang amat dalam, komitmen bekerja keras mencapai cita-cita bersama sebagai bangsa yang besar. Ini saatnya menyatukan hati dan tangan, ini saatnya bersama sama melanjutkan sejarah berikutnya, yakni mencapai kejayaan indonesia di bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Saya yakin beban sejarah yang mahaberat ini akan dapat kita pikul bersama dengan persatuan, dengan gotong royong, dengan kerja keras. Persatuan dan gotong royong sangat menjadi bekal untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan
dan keterpecahan. Dan kita tidak akan betul-betul merdeka tanpa kerja keras.
Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air merasakan pelayanan pemerintahan. Saya mengajak seluruh lembaga negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, negara ini akan makin kuat dan berwibawa jika seluruh lembaga negara bekerja sesuai mandat yang diberikan konstitusi kita.
Kepada para nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong, karena ini lah momen bersejarah bagi kita semua
untuk bergerak bersama-sama untuk bekerja, untuk bekerja, dan bekerja.
Hadirin yang mulia,
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin jadi bangsa yang menyusun peradaban sendiri, bangsa yang kreatif, yang bisa mengembangkan peradaban global. Kita harus bekerja sekeras-kerasnya,
bahu-membahu. Sebagai negara maritim, samudra, laut, selat dan teluk adalah masa peradaban kita.
Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk. Ini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga 'Jalesveva Jayamahe', di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Kerja besar dalam bangsa memang tidak mungkin dilakukan sendiri oleh presiden dan wakil presiden ataupun jajaran pemerintah yang saya pimpin. Tapi membutuhkan topangan kekuatan bersama, kekuatan yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.
Lima tahun ke depan jadi momentum yang tepat bagi kita sebagai bangsa yang merdeka. Oleh sebab itu, bekerja, bekerja, dan bekerja adalah yang utama. Saya ingin bekerja keras dan gotong royong. Kita akan mampu melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah
indonesia meningkatkan kesejahteraan umum mencerdakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial .
Saudara sebangsa dan setanah air,
Atas nama rakyat dan pemerintahan Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada yang mulia kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus dari negara sahabat.
Saya ingin menegaskan bahwa pemerintahan saya indonesia sebagai negara terbesar ketiga, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara akan terus menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, yang diartikan untuk kepentingan nasional dan
untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya atas nama pribadi, atas nama wakil presiden M. Jusuf Kalla, atas nama bangsa Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.
Hadirin yang saya muliakan,
Mengakhiri pidato saya ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang diutarakan oleh Presiden pertama RI Soekarno bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara yang kuat, negara yang makmur, kita harus memiliki jiwa cakrapatih samudra , jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan
hempasan ombak yang menggulung.
Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal RI dan berlayar bersama menuju Indonesia raya. Kita akan mengembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudra dengan kekuatan kita sendiri.
Dan saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya luhur kita bersama.
Assalamaulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati, om shanti shanti om namo buddhaya
MERDEKA!
(kompas.com/ jeffry kolondam/ flora esther/lasman simanjuntak)
Berbekal secarik kertas yang telah dipersiapkan sebelumnya, Jokowi menyampaikan pidatonya selama 10 menit.
Berikut isi pidato pertama Jokowi sebagai Presiden RI ke-7:
Salam sejahtera untuk kita semuanya
Om swastiastu namo buddhaya
Yang saya hormati, pimpinan dan seluruh anggota MPR
Yang saya hormati, Wakil Presiden
Yang saya hormati, Bapak BJ Habibie, Presiden ketiga RI
Yang saya hormati, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI
Yang saya hormati, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden keenam RI
Yang saya hormati, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Kesembilan RI
Yang saya hormati, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia keenam
Yang saya hormati, Boediono, Wakil Presiden kesebelas RI
Yang saya hormati, Ibu SInta Nuriyah Wahid
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Prabowo Subianto dan
Hatta Rajasa
Yang saya hormati, yang mulia kepala negara dan pemerintahan dan
utusan khusus negara sahabat
Para tamu undangan yang saya hormati, saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air
Hadirin yang saya muliakan,
Baru saja kami, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengucapkan sumpah. Sumpah itu memiliki makna yang amat dalam, komitmen bekerja keras mencapai cita-cita bersama sebagai bangsa yang besar. Ini saatnya menyatukan hati dan tangan, ini saatnya bersama sama melanjutkan sejarah berikutnya, yakni mencapai kejayaan indonesia di bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Saya yakin beban sejarah yang mahaberat ini akan dapat kita pikul bersama dengan persatuan, dengan gotong royong, dengan kerja keras. Persatuan dan gotong royong sangat menjadi bekal untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan
dan keterpecahan. Dan kita tidak akan betul-betul merdeka tanpa kerja keras.
Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air merasakan pelayanan pemerintahan. Saya mengajak seluruh lembaga negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, negara ini akan makin kuat dan berwibawa jika seluruh lembaga negara bekerja sesuai mandat yang diberikan konstitusi kita.
Kepada para nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong, karena ini lah momen bersejarah bagi kita semua
untuk bergerak bersama-sama untuk bekerja, untuk bekerja, dan bekerja.
Hadirin yang mulia,
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin jadi bangsa yang menyusun peradaban sendiri, bangsa yang kreatif, yang bisa mengembangkan peradaban global. Kita harus bekerja sekeras-kerasnya,
bahu-membahu. Sebagai negara maritim, samudra, laut, selat dan teluk adalah masa peradaban kita.
Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk. Ini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga 'Jalesveva Jayamahe', di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Kerja besar dalam bangsa memang tidak mungkin dilakukan sendiri oleh presiden dan wakil presiden ataupun jajaran pemerintah yang saya pimpin. Tapi membutuhkan topangan kekuatan bersama, kekuatan yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.
Lima tahun ke depan jadi momentum yang tepat bagi kita sebagai bangsa yang merdeka. Oleh sebab itu, bekerja, bekerja, dan bekerja adalah yang utama. Saya ingin bekerja keras dan gotong royong. Kita akan mampu melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah
indonesia meningkatkan kesejahteraan umum mencerdakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial .
Saudara sebangsa dan setanah air,
Atas nama rakyat dan pemerintahan Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada yang mulia kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus dari negara sahabat.
Saya ingin menegaskan bahwa pemerintahan saya indonesia sebagai negara terbesar ketiga, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara akan terus menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, yang diartikan untuk kepentingan nasional dan
untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya atas nama pribadi, atas nama wakil presiden M. Jusuf Kalla, atas nama bangsa Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.
Hadirin yang saya muliakan,
Mengakhiri pidato saya ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang diutarakan oleh Presiden pertama RI Soekarno bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara yang kuat, negara yang makmur, kita harus memiliki jiwa cakrapatih samudra , jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan
hempasan ombak yang menggulung.
Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal RI dan berlayar bersama menuju Indonesia raya. Kita akan mengembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudra dengan kekuatan kita sendiri.
Dan saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya luhur kita bersama.
Assalamaulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati, om shanti shanti om namo buddhaya
MERDEKA!
(kompas.com/ jeffry kolondam/ flora esther/lasman simanjuntak)
Dielu-elukan Ribuan Massa : Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi usai dilantik di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin pagi (20/10/2014) langsung berkeliling Kota Jakarta. Arak-arakkan dimulai dari kawasan Senayan menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH.Thamrin, dan berakhir di Lapangan Monas pada Selasa sore (20/10/2014). Sepanjang jalan ribuan massa mengelu-elukkan Presiden RI Jokowi. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7 , Joko Widodo atau Jokowi di depan ribuan massa di Panggung Terbuka Lapangan Monas , Jakarta Pusat, Senin malam (20/10/2014) sekitar pukul 19.00 WIB dalam Pidato Kerakyatan yang juga langsung diliput wartawan BeritaRayaOnline negatakan saya ingin mengajak baik pedagang kakilima, supir metro mini, tukang kayu, supir angkot, dokter, perawat, bidan, guru, TNI, Polri, para relawan, petani, nelayan,wartawan, pemain sepak bola, olaragawan, penyanyi, pemusik, politisi, mahasiswa, pelajar, dan semua profesi yang ada di negara ini bahwa kita harus sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan juga negara yang besar harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Oleh karena itu kita harus bergerak bersama-sama antara rakyat dan pemerintah harus bekerja keras, harus bekerja keras, ya, harus bekerja keras," pesannya dengan nada suara serius dan menyebut kata "kerja keras" sebanyak tiga kali.
Menurut Presiden Jokowi yang Senin pagi (20/10/2014) resmi dilantik di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, menjadi Presiden ke-7 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tidak mungkin negara sebesar ini akan jadi kuat kalau kita bermalan-malasan.
"Oleh sebab itu pada malam hari ini saya mengajak semua komponen dan elemen masyarakat baik di desa, kota, maupun di ibukota untuk bekerja bersama-sama, bersatu, bergotong royong bareng-bareng, agar apa yang kita cita- citakan wujudkan Indonesia yang kuat, makmur, dan sejahtera. Jadi negara Indonesia yang punya martabat dan wibawa," katanya.
"Tetapi kalau kita tidak lakukan kerja keras, jangan berharap negara ini jadi negara yang makmur, sejahtera, dan jadi negara yang besar. Untuk itu terus kita bekerja keras untuk memakmurkan dan mensejahterakan seluruh rakyat, terima kasih. Merdeka....Merdeka..... Merdeka," teriak Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan riuh ribuan massa.(lasman simanjuntak/flora kolondam)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7 , Joko Widodo atau Jokowi di depan ribuan massa di Panggung Terbuka Lapangan Monas , Jakarta Pusat, Senin malam (20/10/2014) sekitar pukul 19.00 WIB dalam Pidato Kerakyatan yang juga langsung diliput wartawan BeritaRayaOnline negatakan saya ingin mengajak baik pedagang kakilima, supir metro mini, tukang kayu, supir angkot, dokter, perawat, bidan, guru, TNI, Polri, para relawan, petani, nelayan,wartawan, pemain sepak bola, olaragawan, penyanyi, pemusik, politisi, mahasiswa, pelajar, dan semua profesi yang ada di negara ini bahwa kita harus sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan juga negara yang besar harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Oleh karena itu kita harus bergerak bersama-sama antara rakyat dan pemerintah harus bekerja keras, harus bekerja keras, ya, harus bekerja keras," pesannya dengan nada suara serius dan menyebut kata "kerja keras" sebanyak tiga kali.
Menurut Presiden Jokowi yang Senin pagi (20/10/2014) resmi dilantik di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, menjadi Presiden ke-7 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tidak mungkin negara sebesar ini akan jadi kuat kalau kita bermalan-malasan.
"Oleh sebab itu pada malam hari ini saya mengajak semua komponen dan elemen masyarakat baik di desa, kota, maupun di ibukota untuk bekerja bersama-sama, bersatu, bergotong royong bareng-bareng, agar apa yang kita cita- citakan wujudkan Indonesia yang kuat, makmur, dan sejahtera. Jadi negara Indonesia yang punya martabat dan wibawa," katanya.
"Tetapi kalau kita tidak lakukan kerja keras, jangan berharap negara ini jadi negara yang makmur, sejahtera, dan jadi negara yang besar. Untuk itu terus kita bekerja keras untuk memakmurkan dan mensejahterakan seluruh rakyat, terima kasih. Merdeka....Merdeka..... Merdeka," teriak Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan riuh ribuan massa.(lasman simanjuntak/flora kolondam)
Tekan Tombol : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya kembali pembangunan (groundbreaking) jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jakarta, Jumat sore (17/10/2014) yang sempat "mangkrak" selama 16 tahun sejak tahun 1998. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline,-Proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dikerjakan kembali. Pelaksanaan peletakkan batu pertama (ground breaking) diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Jumat (17/10/2014) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Dalam acara ini hadir Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali, Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) M Choliq, serta Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto.
Pekerjaan ruas tol tersebut mangkrak 16 tahun atau terhenti sejak tahun 1998. Groundbreaking dilaksanakan di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (17/10/2014).
Tol Becakayu terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi I (Kasablanka-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya). Panjang Seksi I adalah 11 km, dan Seksi II 10,04 km. Total investasi di tol Becakayu mencapai Rp 7,2 triliun. Nantinya, badan usaha yang akan mengelola tol ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.
“Jalan tol Becakayu dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi, namun kelayakan finansialnya marginal. Sehingga perlu mendapatkan dukungan Pemerintah agar layak secara finansial. Dukungan Pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada Seksi I dan II dengan nilai total sebesar Rp 350 Miliar,” ujar Menteri PU Djoko Kirmanto.
Badan Usaha Jalan Tol untuk Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada tanggal 16 Desember 2011. Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun, dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca – Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna – Duren Jaya).
“Kami berharap pembangunan Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional, dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT),” ucapnya.
Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek, dari timur terutama di Jalan Raya Kalimalang. Menteri PU mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik.
Dalam acara tersebut, Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) M Choliq berkata, "kita sekarang canangkan peletakan batu pertama proyek yang sudah cukup lama tertunda. Kita akan selesaikan kembali."
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,9 triliun untuk pembangunan seksi I ruas jalan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Sebesar 70 persen sumber pendanaan berasal dari pinjaman perbankan. (puskom kementerian pekerjaan umum/lasman simanjuntak)
Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Teks Foto : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/10/2014). Tampak Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sedang memberikan kata sambutan. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Sebagai bagian dari jaringan jalan tol di Jabodetabek, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai peranan penting dalam memperlancar arus lalu lintas, distibusi barang dan jasa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi dan sekitarnya.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada acara peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/1O/2O14).
"Dari beberapa kajian yang ada diprediksi pada 2O2O hampir seluruh jalan di Jakarta akan mencapai titik jenuh atau volume to capacity ratio atau V/C Ratio mendekati.Artinya jumlah kendaraan telah melebihi kapasitas jalan dan akan mengakibatkan kemacetan total di ruas-ruas jalan di Jakarta.Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kepadatan lalu lintas adalah dengan pembangunan jalan tol yang dapat disenergikan dengan program transportasi masalah di Jabodetabek," kata Menteri PU Djoko Kirmanto.
Jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai total panjang 21,O4 kilometer dan terbagi dalam dua seksi yaitu seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) sepanjang 11,OO km dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 1O,O4 km.
"Jalan tol ini dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi.Namun, kelayakan financialnya marginal sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah agar layak secara financial.Dukungan pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada seksi I dan II dengan nilai total Rp 35O miliar," ucapnya.
Badan usaha jalan tol untuk jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah PT.Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 16 Desember 2O11.Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya).
Pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini membutuhkan dana investasi sebesar RP 7,2 triliun, dimana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equiyty dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.
"Kami berharap pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol atau PPJT. Di samping itu, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dari Timur terutama di jalan raya Kalimalang. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik," katanya
(lasman simanjuntak)
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Sebagai bagian dari jaringan jalan tol di Jabodetabek, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai peranan penting dalam memperlancar arus lalu lintas, distibusi barang dan jasa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi dan sekitarnya.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada acara peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/1O/2O14).
"Dari beberapa kajian yang ada diprediksi pada 2O2O hampir seluruh jalan di Jakarta akan mencapai titik jenuh atau volume to capacity ratio atau V/C Ratio mendekati.Artinya jumlah kendaraan telah melebihi kapasitas jalan dan akan mengakibatkan kemacetan total di ruas-ruas jalan di Jakarta.Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kepadatan lalu lintas adalah dengan pembangunan jalan tol yang dapat disenergikan dengan program transportasi masalah di Jabodetabek," kata Menteri PU Djoko Kirmanto.
Jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai total panjang 21,O4 kilometer dan terbagi dalam dua seksi yaitu seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) sepanjang 11,OO km dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 1O,O4 km.
"Jalan tol ini dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi.Namun, kelayakan financialnya marginal sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah agar layak secara financial.Dukungan pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada seksi I dan II dengan nilai total Rp 35O miliar," ucapnya.
Badan usaha jalan tol untuk jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah PT.Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 16 Desember 2O11.Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya).
Pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini membutuhkan dana investasi sebesar RP 7,2 triliun, dimana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equiyty dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.
"Kami berharap pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol atau PPJT. Di samping itu, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dari Timur terutama di jalan raya Kalimalang. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik," katanya
(lasman simanjuntak)
Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi melantik pimpinan tinggi Madya dan Pratama pejabat eselon satu dan dua di lingkungan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat pagi (17/1O/2O14).
Pejabat eselon satu yang dilantik yaitu dr.H.M Subuh,MPPM sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, drg.Usman Sumantri,M.Sc sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan.
Selanjutnya, drg.Tini Suryanti Suhandi,M.Kes sebagai Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dan drg.Tritarayati,SH sebagai Staf Ahli Bidang Mediko Legal, Kementerian Kesehatan.
Pada kesempatan tersebut Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi juga memberhentikan dengan hormat dari jabatannya masing-masing drg.Tini Suryanti Suhandi,M.Kes sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Setjen Kementerian Kesehatan dan dr.Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K) sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr.M.Djamil Padang, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut.
Kemudian mengangkat dan melantik dr.Slamet,MHP sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Angggaran, dan dr.Achmad Yurianto sebagai Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan.
dr.Desak Made Wismarini,MKM diangkat dan dilantik sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal.dr.Sigit Priohutomo, MPH sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr.Wiendra Waworuntu,M.kes sebagai Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra, serta dr.Jefri Hasurungan Sitorus, M.Kes sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Medan.
Dilantik Menkes juga dr.Kirana Pritasari,MQIH sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan pada Badan PPSDM Kesehatan.Dra.Meinarwati,Apt,M.Kes sebagai Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi, dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan, dr.Achmad Soebagjo Tancarino,Mars sebagai Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, dan Drs.Zaenal Komar, Apt.MA sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.
Pada Ditjen Bina Upaya Kesehatan dilantik dr.Ayi Djembarsi, Mars sebagai Direktur Utama RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung, Dr.dr.Nina Kemala Sari sebagai Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dr.I Nengah Kuning Atmajaya sebagai Direktur Keuangan RSUP H.Adam Malik Medan, Drs.Bastian,MM sebagai Direktur Keuangan RSUP Dr.Mohamad Hoesin Palembang, dr.Aris Tambing.MARS sebagai Direktur Utama RS Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan.
dr.Ahmad Budi Arto,MM sebagai Direktur Utama RS.Kusta Dr.Rivai Abdullah Palembang, dr.Suryo Purhananto,M.Kes sebagai Direktur Umum SDM dan Pendidikan RS Mata Cicendo Bandung, Drs.Sudarto. MM sebagai Direktur Keuangan RSAB Harapan Kita Jakarta, dan Gede Ketut Wirakamboja, SKM,MPS sebagai Direktur SDM dan Pendidikan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.Mangapul Bakara, S.Sos,MM, M.Kes sebagai Direktur Keuangan RSUP Dr.M.Djamil Padang, dr.Yusirwan sebagai Direktur Utama RSUP H.Adam Malik Medan, dan dr.Akmal Mufriadi Hanif sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr.M.Djamil Padang.(lasman simanjuntak)
Palembang, BeritaRayaOnline,- Di akhir masa jabatan sebagai menteri pertanian, Suswono memiliki kenangan yang mungkin tak terlupakan. Keinginan Indonesia mampu berswasembada daging yang selama ini menjadi cita-citanya sebagai menteri selama lima tahun setidaknya kian mendekat.
"Memang saat ini kita belum mampu menjadi negara swasembada daging. Tapi, setidaknya dengan makin banyaknya peternakan yang ada di sejumlah daerah menunjukkan bahwa upaya dan kerja keras untuk swasembada sudah kian mendekat," kata Suswono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/10/2014).
Saat berkeliling ke hamparan peternakan sapi brahman di BPTU-HPT seluas 46 hektar, Suswono tampak puas melihat hasil pengembangbiakan jenis sapi itu yang kini menjadi andalan. Di situ bibit sapi brahman berjumlah 211 ekor dan sengaja dilepasliarkan di padang rumput. Sapi brahman memang sedang dikembangkan di BPTU-HPT karena memiliki sejumlah kelebihan.
Sapi brahman adalah sapi asal India yang masuk ke Amerika pada tahun 1849 dan berkembang pesat. Sapi tersebut selanjutnya dikembangkan untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil sapi tersebut diekspor ke sejumlah negara. Dari Amerika sapi brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia saat zaman kolonial Belanda.
Secara genetis, sapi itu tergolong sapi unggul karena mampu beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang ada di Indonesia sehingga lebih dipilih masyarakat untuk dikembangbiakan. Selain itu, sapi ini memiliki potensi untuk disilangkan guna perbaikan sapi lokal sehingga didapati jenis sapi baru yang memiliki pertumbuhan dan daya adaptasi dengan lingkungan baik.
"Melihat berbagai keunggulan seperti itu maka pemerintah berupaya untuk mengembangkan sapi brahman sehingga bisa mewujudkan suatu swasembada daging," tutur Suswono.
Menurut menteri, sebenarnya upaya pengembangbiakan ternak hewan tidak hanya dilakukan di Sembawa, Palembang, tapi Kementan telah memiliki BPTU-HPT di sejumlah daerah seperti di Indrapuri, Aceh, untuk jenis ternak sapi, BPTU-HPT Siborong-Borong, Sumatera Utara, untuk ternak babi dan kerbau, serta BPTU-HPT Padang Mangatas, Sumatera Barat, untuk ternak sapi eksotik dan sapi pesisir.
Ada juga BPTU-HPT Palaihari, Kalimantan Selatan, dengan jenis ternak kambing, itik, dan sapi madura, BPTU-HPT Denpasar, Bali, dengan jenis ternak sapi bali, serta BPTU-HPT Baturraden, Jawa Tengah, dengan ternak sapi perah dan kambing.
"Adanya BPTU tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk bisa mengembangkan ternak secara merata sehingga swasembada daging bisa terwujud dalam waktu dekat," ujar Menteri Suswono.
Keberadaan balai pembibitan yang dikelola pemerintah tersebut, kata menteri, diharapkan menjadi ujung tombak dalam penyediaan benih dan bibit ternak. Untuk itu, perubahan nomenklatur balai menjadi BPTU-HPT pada 2013 dapat dimaknai bahwa bibit ternak akan menunjukkan performa keunggulannya dengan didukung pakan yang baik.
Keberadaan BPTU-HPT merupakan upaya pemerintah dalam mengejar populasi ternak mengingat sesuai hasil Sensus Pertanian 2013, populasi ternak sapi potong nasional berjumlah 12,7 juta ekor, sapi perah 444 ribu ekor, dan kerbau 1,1 juta ekor.
Disadari dari populasi sapi dan kerbau yang masih kurang dilihat dari kualitas dan kuantitas maka terus diupayakan meningkatkan populasi ternak di samping perbaikan aspek teknis reproduksi dan kesehatan hewan, pembibitan, dan pakan.
"Konsumsi daging masyarakat yang masih rendah, yaitu 2,2 kilogram per kapita per tahun juga menunjukkan bahwa upaya swasembada pangan perlu mendapat perhatian," ucap Suswono.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian akan memiliki tiga kapal khusus untuk pengangkut ternak sapi guna membawa ke sejumlah daerah di Indonesia sehingga memudahkan distribusi dan biaya murah.
"Kementerian Perhubungan sudah menjanjikan akan menyiapkan tiga kapal untuk angkut ternak," tukas Suswono.
Diakui Suswono, selama ini salah satu kendala utama sulit dan mahalnya harga sapi dan daging sapi adalah biaya transportasi menggunakan kapal karena tidak memiliki kapal khusus pengangkut ternak.
"Biaya angkut sapi dari Darwin, Australia, bahkan bisa lebih murah dibanding angkut dari NTB dan NTT," ungkapnya.
Dia mengharapkan bahwa dengan adanya tiga kapal khusus pengangkut ternak tersebut maka distribusi sapi ke daerah seperti ke Jawa dan Sumatera bisa mudah dan murah. Kapal pengangkut ternak, kata Suswono, selama ini memang sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lautan sehingga menggunakan kapal bisa lebih murah dan mampu mengangkut sapi lebih banyak dibanding melalui darat.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan kementan Syukur Iwantoro mengatakan tiga kapal tersebut akan segera diterima Kementan dalam waktu dekat.
"Dua kapal akan diterima akhir tahun ini, sementara satu kapal diterima Juni 2015," katanya.
Pasokan sapi ke Jawa terbanyak berasal dari NTB dan NTT. Namun, untuk mengangkut ke Jawa, khususnya Jakarta, memerlukan biaya logistik sangat besar. Akibatnya, sapi dan daging dari daerah tersebut melimpah, tapi tidak bisa disalurkan dengan baik.
Adanya tiga kapal khusus ternak tersebut, kata Syukur, diharapkan akan mampu menekan harga daging sapi di sejumlah daerah khususnya dalam menghadapi sejumlah hari raya. Dengan adanya peningkatan pembibitan di berbagai daerah serta memiliki kapal pengangkut khusus ternak maka upaya swasembada daging diharapkan bisa segera terwujud.
"Tentu harus ada kemauan politik dari pemerintahan mendatang untuk mencapai itu dan saya optimistis bisa terwujud," pungkasnya. (ant/wartaekonomi.com/lasman simanjuntak)
"Memang saat ini kita belum mampu menjadi negara swasembada daging. Tapi, setidaknya dengan makin banyaknya peternakan yang ada di sejumlah daerah menunjukkan bahwa upaya dan kerja keras untuk swasembada sudah kian mendekat," kata Suswono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/10/2014).
Saat berkeliling ke hamparan peternakan sapi brahman di BPTU-HPT seluas 46 hektar, Suswono tampak puas melihat hasil pengembangbiakan jenis sapi itu yang kini menjadi andalan. Di situ bibit sapi brahman berjumlah 211 ekor dan sengaja dilepasliarkan di padang rumput. Sapi brahman memang sedang dikembangkan di BPTU-HPT karena memiliki sejumlah kelebihan.
Sapi brahman adalah sapi asal India yang masuk ke Amerika pada tahun 1849 dan berkembang pesat. Sapi tersebut selanjutnya dikembangkan untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil sapi tersebut diekspor ke sejumlah negara. Dari Amerika sapi brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia saat zaman kolonial Belanda.
Secara genetis, sapi itu tergolong sapi unggul karena mampu beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang ada di Indonesia sehingga lebih dipilih masyarakat untuk dikembangbiakan. Selain itu, sapi ini memiliki potensi untuk disilangkan guna perbaikan sapi lokal sehingga didapati jenis sapi baru yang memiliki pertumbuhan dan daya adaptasi dengan lingkungan baik.
"Melihat berbagai keunggulan seperti itu maka pemerintah berupaya untuk mengembangkan sapi brahman sehingga bisa mewujudkan suatu swasembada daging," tutur Suswono.
Menurut menteri, sebenarnya upaya pengembangbiakan ternak hewan tidak hanya dilakukan di Sembawa, Palembang, tapi Kementan telah memiliki BPTU-HPT di sejumlah daerah seperti di Indrapuri, Aceh, untuk jenis ternak sapi, BPTU-HPT Siborong-Borong, Sumatera Utara, untuk ternak babi dan kerbau, serta BPTU-HPT Padang Mangatas, Sumatera Barat, untuk ternak sapi eksotik dan sapi pesisir.
Ada juga BPTU-HPT Palaihari, Kalimantan Selatan, dengan jenis ternak kambing, itik, dan sapi madura, BPTU-HPT Denpasar, Bali, dengan jenis ternak sapi bali, serta BPTU-HPT Baturraden, Jawa Tengah, dengan ternak sapi perah dan kambing.
"Adanya BPTU tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk bisa mengembangkan ternak secara merata sehingga swasembada daging bisa terwujud dalam waktu dekat," ujar Menteri Suswono.
Keberadaan balai pembibitan yang dikelola pemerintah tersebut, kata menteri, diharapkan menjadi ujung tombak dalam penyediaan benih dan bibit ternak. Untuk itu, perubahan nomenklatur balai menjadi BPTU-HPT pada 2013 dapat dimaknai bahwa bibit ternak akan menunjukkan performa keunggulannya dengan didukung pakan yang baik.
Keberadaan BPTU-HPT merupakan upaya pemerintah dalam mengejar populasi ternak mengingat sesuai hasil Sensus Pertanian 2013, populasi ternak sapi potong nasional berjumlah 12,7 juta ekor, sapi perah 444 ribu ekor, dan kerbau 1,1 juta ekor.
Disadari dari populasi sapi dan kerbau yang masih kurang dilihat dari kualitas dan kuantitas maka terus diupayakan meningkatkan populasi ternak di samping perbaikan aspek teknis reproduksi dan kesehatan hewan, pembibitan, dan pakan.
"Konsumsi daging masyarakat yang masih rendah, yaitu 2,2 kilogram per kapita per tahun juga menunjukkan bahwa upaya swasembada pangan perlu mendapat perhatian," ucap Suswono.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian akan memiliki tiga kapal khusus untuk pengangkut ternak sapi guna membawa ke sejumlah daerah di Indonesia sehingga memudahkan distribusi dan biaya murah.
"Kementerian Perhubungan sudah menjanjikan akan menyiapkan tiga kapal untuk angkut ternak," tukas Suswono.
Diakui Suswono, selama ini salah satu kendala utama sulit dan mahalnya harga sapi dan daging sapi adalah biaya transportasi menggunakan kapal karena tidak memiliki kapal khusus pengangkut ternak.
"Biaya angkut sapi dari Darwin, Australia, bahkan bisa lebih murah dibanding angkut dari NTB dan NTT," ungkapnya.
Dia mengharapkan bahwa dengan adanya tiga kapal khusus pengangkut ternak tersebut maka distribusi sapi ke daerah seperti ke Jawa dan Sumatera bisa mudah dan murah. Kapal pengangkut ternak, kata Suswono, selama ini memang sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lautan sehingga menggunakan kapal bisa lebih murah dan mampu mengangkut sapi lebih banyak dibanding melalui darat.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan kementan Syukur Iwantoro mengatakan tiga kapal tersebut akan segera diterima Kementan dalam waktu dekat.
"Dua kapal akan diterima akhir tahun ini, sementara satu kapal diterima Juni 2015," katanya.
Pasokan sapi ke Jawa terbanyak berasal dari NTB dan NTT. Namun, untuk mengangkut ke Jawa, khususnya Jakarta, memerlukan biaya logistik sangat besar. Akibatnya, sapi dan daging dari daerah tersebut melimpah, tapi tidak bisa disalurkan dengan baik.
Adanya tiga kapal khusus ternak tersebut, kata Syukur, diharapkan akan mampu menekan harga daging sapi di sejumlah daerah khususnya dalam menghadapi sejumlah hari raya. Dengan adanya peningkatan pembibitan di berbagai daerah serta memiliki kapal pengangkut khusus ternak maka upaya swasembada daging diharapkan bisa segera terwujud.
"Tentu harus ada kemauan politik dari pemerintahan mendatang untuk mencapai itu dan saya optimistis bisa terwujud," pungkasnya. (ant/wartaekonomi.com/lasman simanjuntak)
Teks Foto :Drh.Wilfried H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, sedang menjelaskan mengenai Kampanye STBM melalui HCTPS 2014 dalam acara temu media di Jakarta, Rabu siang (15/10/2014). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Masih ada 40,2 persen penduduk Indonesia yang belum mendapatkan akses sanitasi yang layak (Riskesdas,2013).Bahkan Indonesia mengalami kerugian secara ekonomi sebesarRp 56,7 triliun per tahun akibat kondisi sanitasi yang buruk (Studi WSP 2006)."Oleh karena itu sanitasi sangat penting.Namun, masalah sanitasi ini bukan hanya urusan Kementerian Kesehatan saja, melainkan juga melibatkan lintas sektoral misalnya Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, danKementerian Dalam Negeri," jawab drh.Wilfried H.Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam acara Temu Media di Jakarta, Rabu siang (15/10/2014), sehubungan dengan Kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Melalui Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) 2014.
Dikatakannya lagi, dalam atasi masalah sanitasi yang tak layak dan kondisi sanitasi yang buruk, sektor lain cukup berperan. Misalnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membangun fisik/infratsruktur sanitasi (jamban, drainase), sedangkan peran Kementerian Kesehatan yakni bagaimana mengajak masyarakat untuk berprilaku hidup bersih.
" Semoga pada 2019 mendatang sanitasi yang layak dan kondisi sanitasi yang buruk bisa ditekan sampai nol persen. Memang, suudah dicanangkan oleh Bappenas, minimal 85 persen masyarakat sudah gunakan jamban yang layak, dan sisanya 15 persen masih gunakan cubluk. Kawasan sanitasi buruk dan tak layak, semisal masyarakat yang masih buang air besar atau MCK ke got atau saluran air irigasi seperti di kawasan Mauk dan Dadap Kabupaten Tangerang, serta di Kota Serang, ini menjadi tantangan kita bersama, kita harus sediakan jamban-jamban di kawasan ini.Sama seperti pencanangan kawasan kumuh harus mencapai 100 persen tahun 2019 mendatang,begitupula sanitasi termasuk air minum ada target 100 persen bisa mencapai sanitasi yang layak dan sanitasi yang baik" ujarnya.
Drh.Wilfried H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienes dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.Ada lima pilar STBM yaitu jangan buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.Sedangkan tiga strategi penyelenggaraan STBM yakni strategi penyelenggaraan STBM meliputi tiga strategi yang saling mendukung satu sama lain.
Latar belakang HCTPS (1) STBM terbukti mampu menurunkan angka kesakitan diare hingga 94 persen dan kecacingan hingga 71,6 persen. CTPS merupakan pilar ke-2 STBM yang mampu mencegah penyakit menular seperti ISPA bahkan dijadikan sebagai standar pencegahan penularan penyakit kritis seperti Ebola. Target capaian desa/kelurahan yang melaksanakan STBM sebanyak 20.000 di tahun 2014.Sampai triwulan ketiga tahun 2014 sudah mencapai 19.845 desa/kelurahan.
Latar belakang HCTPS (2), Riskesdas 2013 menyatakan proporsi penduduk di atas 10 tahun berperilaku CTPS yang benar meningkat dari 23,12 % di tahun 2007 menjadi 47 % pada 2013.Kampanye HCTPS merupakan bentuk penguatan komitmen pemerintah dan swasta dalam pencapaian perubahan perilaku melalui STBM untuk mendukung capaian MGD'S 4. Target MDG'S menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak bawah 5 tahun hingga 23/1000 kelahiran di tahun 2015.
Hasil studi EHRA tahun 2012-2013 di 97 kabupaten/kota, secara nasional perilaku CTPS di 5 waktu penting waktu sebesar 18,5 %.PerilakuCTPS di 5 waktu penting terendah di Kepri (8,7%), dan tertinggi di Bali (51,6%). Perilaku CTPS di 5 waktu penting yaitu a) setelah BAB, b)setelah menceboki bayi/balita,c)sebelum makan, d)sebelum menyiapkan makanan, dan e)sebelum menyusui.
Pentingnya Perilaku CTPS
Pada kesempatan itu Drh.Wilfried H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, juga menjelaskan tentang pentingnya perilaku CTPS (fakta lain di luar waktu penting), di mana 75 persen mencuci tangan setelah menyentuh permukaan benda di tempat umum."Seharusnya segera melakukan CTPS setelah menyentuh gagang ointu, tombol lift di tempat umum, bahkan di RS yang bisa menyebabkan infeksi nosokomial. Kuman yang terdapat di tangan akan masuk saat menyapukan tangan ke mata dan hidung anda tanpa CTPS," katanya.
Teks Foto :Nurhidayani, Duta Lingkungan Sanitasi 2014, siswa kelas V SD, Kota Bou-Bou, Sulawesi Tenggara (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Selain itu 29 persen cairan pembersih tangan, lebih baik menggunakan sabun dan air. Saat keduanya tidak tersedia kita dapat menggunakan cairan pembersih tangan. Namun, para ahli tidak merasa wajib untuk membawanya.85 persen tidak mensterilkan keranjang belanja.Kuman tidak hanya ditemukan di gagang keranjang belanja, tetapi juga dalam daging dan makanan lainnya. Setelah berbelanja segera lakukan CTPS.
Tempat-tempat yang paling banyak ditemukan kuman antara lain perbelanjaan, 70 persen sampai 90 persen keranjang belanjaterbukti memilikiE-Colli. Tempat bermain anak, semua mainan yang disentuh dan dimasukkan ke mulut anak. Toilet di tempat umum, keran wastafel dan dispenser sabun merupakan tempat yang perlu diwaspadai. Kantor, meja kantor 400 kali lebih banyak dari kursi kulit tingkat bakteri. Di meja kantorr wanita hampir 3kali lebih tinggi dari pria.Restoran, tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari kain lap meja.Perpustakaan, terdapat pada buku yang dibaca dab dipegang orang-orang.Pusat perbelanjaan, 19 persen kuman terdapat di penganan tangan tangga eskalator.(lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Masih ada 40,2 persen penduduk Indonesia yang belum mendapatkan akses sanitasi yang layak (Riskesdas,2013).Bahkan Indonesia mengalami kerugian secara ekonomi sebesarRp 56,7 triliun per tahun akibat kondisi sanitasi yang buruk (Studi WSP 2006)."Oleh karena itu sanitasi sangat penting.Namun, masalah sanitasi ini bukan hanya urusan Kementerian Kesehatan saja, melainkan juga melibatkan lintas sektoral misalnya Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, danKementerian Dalam Negeri," jawab drh.Wilfried H.Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam acara Temu Media di Jakarta, Rabu siang (15/10/2014), sehubungan dengan Kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Melalui Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) 2014.
Dikatakannya lagi, dalam atasi masalah sanitasi yang tak layak dan kondisi sanitasi yang buruk, sektor lain cukup berperan. Misalnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membangun fisik/infratsruktur sanitasi (jamban, drainase), sedangkan peran Kementerian Kesehatan yakni bagaimana mengajak masyarakat untuk berprilaku hidup bersih.
" Semoga pada 2019 mendatang sanitasi yang layak dan kondisi sanitasi yang buruk bisa ditekan sampai nol persen. Memang, suudah dicanangkan oleh Bappenas, minimal 85 persen masyarakat sudah gunakan jamban yang layak, dan sisanya 15 persen masih gunakan cubluk. Kawasan sanitasi buruk dan tak layak, semisal masyarakat yang masih buang air besar atau MCK ke got atau saluran air irigasi seperti di kawasan Mauk dan Dadap Kabupaten Tangerang, serta di Kota Serang, ini menjadi tantangan kita bersama, kita harus sediakan jamban-jamban di kawasan ini.Sama seperti pencanangan kawasan kumuh harus mencapai 100 persen tahun 2019 mendatang,begitupula sanitasi termasuk air minum ada target 100 persen bisa mencapai sanitasi yang layak dan sanitasi yang baik" ujarnya.
Drh.Wilfried H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienes dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.Ada lima pilar STBM yaitu jangan buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.Sedangkan tiga strategi penyelenggaraan STBM yakni strategi penyelenggaraan STBM meliputi tiga strategi yang saling mendukung satu sama lain.
Latar belakang HCTPS (1) STBM terbukti mampu menurunkan angka kesakitan diare hingga 94 persen dan kecacingan hingga 71,6 persen. CTPS merupakan pilar ke-2 STBM yang mampu mencegah penyakit menular seperti ISPA bahkan dijadikan sebagai standar pencegahan penularan penyakit kritis seperti Ebola. Target capaian desa/kelurahan yang melaksanakan STBM sebanyak 20.000 di tahun 2014.Sampai triwulan ketiga tahun 2014 sudah mencapai 19.845 desa/kelurahan.
Latar belakang HCTPS (2), Riskesdas 2013 menyatakan proporsi penduduk di atas 10 tahun berperilaku CTPS yang benar meningkat dari 23,12 % di tahun 2007 menjadi 47 % pada 2013.Kampanye HCTPS merupakan bentuk penguatan komitmen pemerintah dan swasta dalam pencapaian perubahan perilaku melalui STBM untuk mendukung capaian MGD'S 4. Target MDG'S menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak bawah 5 tahun hingga 23/1000 kelahiran di tahun 2015.
Hasil studi EHRA tahun 2012-2013 di 97 kabupaten/kota, secara nasional perilaku CTPS di 5 waktu penting waktu sebesar 18,5 %.PerilakuCTPS di 5 waktu penting terendah di Kepri (8,7%), dan tertinggi di Bali (51,6%). Perilaku CTPS di 5 waktu penting yaitu a) setelah BAB, b)setelah menceboki bayi/balita,c)sebelum makan, d)sebelum menyiapkan makanan, dan e)sebelum menyusui.
Pentingnya Perilaku CTPS
Pada kesempatan itu Drh.Wilfried H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, juga menjelaskan tentang pentingnya perilaku CTPS (fakta lain di luar waktu penting), di mana 75 persen mencuci tangan setelah menyentuh permukaan benda di tempat umum."Seharusnya segera melakukan CTPS setelah menyentuh gagang ointu, tombol lift di tempat umum, bahkan di RS yang bisa menyebabkan infeksi nosokomial. Kuman yang terdapat di tangan akan masuk saat menyapukan tangan ke mata dan hidung anda tanpa CTPS," katanya.
Teks Foto :Nurhidayani, Duta Lingkungan Sanitasi 2014, siswa kelas V SD, Kota Bou-Bou, Sulawesi Tenggara (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Selain itu 29 persen cairan pembersih tangan, lebih baik menggunakan sabun dan air. Saat keduanya tidak tersedia kita dapat menggunakan cairan pembersih tangan. Namun, para ahli tidak merasa wajib untuk membawanya.85 persen tidak mensterilkan keranjang belanja.Kuman tidak hanya ditemukan di gagang keranjang belanja, tetapi juga dalam daging dan makanan lainnya. Setelah berbelanja segera lakukan CTPS.
Tempat-tempat yang paling banyak ditemukan kuman antara lain perbelanjaan, 70 persen sampai 90 persen keranjang belanjaterbukti memilikiE-Colli. Tempat bermain anak, semua mainan yang disentuh dan dimasukkan ke mulut anak. Toilet di tempat umum, keran wastafel dan dispenser sabun merupakan tempat yang perlu diwaspadai. Kantor, meja kantor 400 kali lebih banyak dari kursi kulit tingkat bakteri. Di meja kantorr wanita hampir 3kali lebih tinggi dari pria.Restoran, tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari kain lap meja.Perpustakaan, terdapat pada buku yang dibaca dab dipegang orang-orang.Pusat perbelanjaan, 19 persen kuman terdapat di penganan tangan tangga eskalator.(lasman simanjuntak)
Menteri Kesehatan Dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi meluncurkan iklan layanan masyarakat korban rokok yang berjudul "Berhenti Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmatimu", di salah satu bioskop kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2014).
Penayangan iklan layanan masyarakat yang digagas oleh Kemenkes dan "World Lung Foundation" ini diselaraskan dengan gerakan nasional #30HariTanpaRokok.
Selain itu, iklan ini juga ditayangkan di sejumlah televisi nasional, bioskop dan YouTube selama empat pekan ke depan.
Menkes mengatakan berdasarkan data WHO epidemi tembakau telah membunuh sekitar enam juta orang per tahunnya, di mana sekitar 600 ribu orang di antaranya merupakan perokok pasif.
"Jika tidak ada penanganan yang serius, maka pada tahun 2030 diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah menjadi delapan juta orang dan sebagian besar terjadi di negara berkembang," ujarnya.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, kata Menkes, menunjukkan bahwa perokok usia di atas 15 tahun sebanyak 36,3 persen.
"Sebagian besar dari mereka adalah perokok laki-laki dengan prevalensi 64,9 persen dan jumlah ini terbesar di dunia," katanya
Sementara itu, lanjutnya, prevalensi pada perempuan mengalami peningkatan dari 5,2 persen pada tahun 2007 menjadi 6,9 persen pada tahun 2013.
"Salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pengendalian merokok adalah masih kuatnya iklan, promosi dan sponsor perusahaan rokok. Ini dilakukan secara masif dan intensif dan tertuju pada anak-anak agar menjadi perokok pemula," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan upaya pengendalian tembakau.
Iklan ini menampilkan testimoni dari Manat Hiras Panjaitan yakni korban rokok karena menderita kanker tenggorokan.
Peringatan Kesehatan
ILM yang menampilkan penderita kanker tenggorokan akibat merokok aktif ini ditayankan selama dua minggu berturut-turut di tujuh stasiun televisi swasta nasional. Tujuannya untuk memperkuat pencantuman peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok yang sudah dimulai sejak 24 Juni 2014 lalu, serta meningkatkan kesadaran berhenti merokok, mencegah para perokok pemula , dan membebaskan masyarakat dari asap rokok pasif.
Pada kesempatan terpisah, Enrico Aditjondro dari World Lung Foundation(WLF) mengatakan pihaknya menyambut gembira upaya pemerintah Indonesia untuk mengerahkan sumber daya dan usahanya demi diluncurkannya kampanye nasional media massa anti rokok ini. Hal ini juga merupakan upaya yang efektif untuk mengklarifikasi berrbagai kesimpangsiuran informasi maupun campur tangandari industri tembakau yang selama ini bergulir.
Pada akhir sambutannya Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan upaya pengendalian tembakau.
"Marilah kita ubah norma di masyarakat agar merokok tidak lagi menjadi norma sosial yang lazim dan yang dapat diterima masyarakat. Mari kita ubah pula perilaku masyarakat terkait tembakau dan terkait merokok yang sangat merugikan kesehatan individu, masyarakat, dan negara ini," serunya.
(lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi meluncurkan iklan layanan masyarakat korban rokok yang berjudul "Berhenti Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmatimu", di salah satu bioskop kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2014).
Penayangan iklan layanan masyarakat yang digagas oleh Kemenkes dan "World Lung Foundation" ini diselaraskan dengan gerakan nasional #30HariTanpaRokok.
Selain itu, iklan ini juga ditayangkan di sejumlah televisi nasional, bioskop dan YouTube selama empat pekan ke depan.
Menkes mengatakan berdasarkan data WHO epidemi tembakau telah membunuh sekitar enam juta orang per tahunnya, di mana sekitar 600 ribu orang di antaranya merupakan perokok pasif.
"Jika tidak ada penanganan yang serius, maka pada tahun 2030 diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah menjadi delapan juta orang dan sebagian besar terjadi di negara berkembang," ujarnya.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, kata Menkes, menunjukkan bahwa perokok usia di atas 15 tahun sebanyak 36,3 persen.
"Sebagian besar dari mereka adalah perokok laki-laki dengan prevalensi 64,9 persen dan jumlah ini terbesar di dunia," katanya
Sementara itu, lanjutnya, prevalensi pada perempuan mengalami peningkatan dari 5,2 persen pada tahun 2007 menjadi 6,9 persen pada tahun 2013.
"Salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pengendalian merokok adalah masih kuatnya iklan, promosi dan sponsor perusahaan rokok. Ini dilakukan secara masif dan intensif dan tertuju pada anak-anak agar menjadi perokok pemula," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan upaya pengendalian tembakau.
Iklan ini menampilkan testimoni dari Manat Hiras Panjaitan yakni korban rokok karena menderita kanker tenggorokan.
Peringatan Kesehatan
ILM yang menampilkan penderita kanker tenggorokan akibat merokok aktif ini ditayankan selama dua minggu berturut-turut di tujuh stasiun televisi swasta nasional. Tujuannya untuk memperkuat pencantuman peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok yang sudah dimulai sejak 24 Juni 2014 lalu, serta meningkatkan kesadaran berhenti merokok, mencegah para perokok pemula , dan membebaskan masyarakat dari asap rokok pasif.
Pada kesempatan terpisah, Enrico Aditjondro dari World Lung Foundation(WLF) mengatakan pihaknya menyambut gembira upaya pemerintah Indonesia untuk mengerahkan sumber daya dan usahanya demi diluncurkannya kampanye nasional media massa anti rokok ini. Hal ini juga merupakan upaya yang efektif untuk mengklarifikasi berrbagai kesimpangsiuran informasi maupun campur tangandari industri tembakau yang selama ini bergulir.
Pada akhir sambutannya Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan upaya pengendalian tembakau.
"Marilah kita ubah norma di masyarakat agar merokok tidak lagi menjadi norma sosial yang lazim dan yang dapat diterima masyarakat. Mari kita ubah pula perilaku masyarakat terkait tembakau dan terkait merokok yang sangat merugikan kesehatan individu, masyarakat, dan negara ini," serunya.
(lasman simanjuntak)
Foto-foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengkonsumsi antimikroba secara bijak (masuk akal dan rasional-red). Mewajibkan kepada rumah sakit (RS) untuk menerapkan program pengendalian resistensi antimikroba, serta meningkatkan kesadaran petugas kesehatan agar memberikan/meresepkan antibiotik sesuai indikasi.
Demikian dikatakan oleh Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan, dr.H.Chairul Radjab Nasution didampingi Direktur Bina Pelayanan Kefarmasian Drs.Bayu Teja Muliawan, serta Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba dr.Anis Karuniawati kepada wartawan di Jakarta, Selasa siang (14/10/2014), sehubungan dengan Pencanangan Penggunaan Antimikroba Bijak.Turut hadir pada kesempatan itu perwakilan anggota Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Prof.dr.Taralan Tambunan, dan dr.Purnamawati.
"Permasalahan yang dihadapi antara lain adanya kuman yang telah kebal terhadap penggunaan antimikroba.Ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan obat antimikroba yang tidak tepat. Bahkan diperkirakan 50 persen penggunaan antibiotik adalah pada kasus yang tidak perlu, terutama untuk kasus-kasus infeksi karena virus.Contoh, flu dan infeksi virus lainnya," jelasnya.
Menrut dr.H.Chairul Radjab Nasution, Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan, permasalahan lain yaitu antibiotik tidak memberikan efek pada kasus infeksi yang disebabkan virus.
"Diperkirakan penyebab kematian oleh kuman yang resisten terhadap antimikrobalebih besar dibandingkan dengan penyebab kematian oleh AIDS, kecelakaan lalu lintas dan flu. Di Amerika Serikat 19000 per tahun meninggal akibat resistensi antimikroba lebih tinggi dibandingkan jumlah kematian akibat AIDS seebesar 15000 per tahun. Di negara maju diperkirakan 1,1 miliar US $ dihabiskan per tahun untuk penggunaan antibiotik yang sia-sia," katanya.
Dikatakannya lagi, yang menyebabkan kuman teball terhadap antimikroba adalah adanya pemberian antimikroba yang tidak sesuai indikasi dan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi antibiotik secara bebas. Kadangkala pasien dapat menekan dokter agar memberikan antibiotik yang tidak perlu.Selain itu dokter juga meresepkan antibiotik yang tidak sesuai indikasi.
"Peternakan juga memberikan antibiotik terhadap hewan walaupun mereka tidak sakit. Upaya yang dapat kita lakukan bersama yaitu KONSUMSILAH ANTIBIOTIK SESUAI KEBUTUHAN," pesannya.(lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengkonsumsi antimikroba secara bijak (masuk akal dan rasional-red). Mewajibkan kepada rumah sakit (RS) untuk menerapkan program pengendalian resistensi antimikroba, serta meningkatkan kesadaran petugas kesehatan agar memberikan/meresepkan antibiotik sesuai indikasi.
Demikian dikatakan oleh Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan, dr.H.Chairul Radjab Nasution didampingi Direktur Bina Pelayanan Kefarmasian Drs.Bayu Teja Muliawan, serta Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba dr.Anis Karuniawati kepada wartawan di Jakarta, Selasa siang (14/10/2014), sehubungan dengan Pencanangan Penggunaan Antimikroba Bijak.Turut hadir pada kesempatan itu perwakilan anggota Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Prof.dr.Taralan Tambunan, dan dr.Purnamawati.
"Permasalahan yang dihadapi antara lain adanya kuman yang telah kebal terhadap penggunaan antimikroba.Ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan obat antimikroba yang tidak tepat. Bahkan diperkirakan 50 persen penggunaan antibiotik adalah pada kasus yang tidak perlu, terutama untuk kasus-kasus infeksi karena virus.Contoh, flu dan infeksi virus lainnya," jelasnya.
Menrut dr.H.Chairul Radjab Nasution, Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan, permasalahan lain yaitu antibiotik tidak memberikan efek pada kasus infeksi yang disebabkan virus.
"Diperkirakan penyebab kematian oleh kuman yang resisten terhadap antimikrobalebih besar dibandingkan dengan penyebab kematian oleh AIDS, kecelakaan lalu lintas dan flu. Di Amerika Serikat 19000 per tahun meninggal akibat resistensi antimikroba lebih tinggi dibandingkan jumlah kematian akibat AIDS seebesar 15000 per tahun. Di negara maju diperkirakan 1,1 miliar US $ dihabiskan per tahun untuk penggunaan antibiotik yang sia-sia," katanya.
Dikatakannya lagi, yang menyebabkan kuman teball terhadap antimikroba adalah adanya pemberian antimikroba yang tidak sesuai indikasi dan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi antibiotik secara bebas. Kadangkala pasien dapat menekan dokter agar memberikan antibiotik yang tidak perlu.Selain itu dokter juga meresepkan antibiotik yang tidak sesuai indikasi.
"Peternakan juga memberikan antibiotik terhadap hewan walaupun mereka tidak sakit. Upaya yang dapat kita lakukan bersama yaitu KONSUMSILAH ANTIBIOTIK SESUAI KEBUTUHAN," pesannya.(lasman simanjuntak)
Jombang, BeritaRayaOnline,-Berikut informasi terkini kegiatan Astra International Tbk. mengenai peresmian ruas tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 beserta foto-fotonya.
Caption Foto 1:
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menuangkan air dari dalam kendi sebagai simbolisasi diresmikannya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1, didampingi oleh Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Wiwiek D. Santoso (kanan), yang disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto (kedua kiri) dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W (kedua kanan) dalam acara peresmian Jalan Tol Mojokerto - Kertosono Seksi 1, yang merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 km (13/10/2014).
Acara peresmian jalan tol tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W.
Dalam kesempatan ini, Djoko mengatakan, “Kami berterima kasih kepada MHI dengan dibangunnya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 ini. Kami akan terus mendukung MHI dalam penyelesaian Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Sementara ini dalam sambutannya Soekarwo mengatakan, “Kami akan mendukung MHI dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya. Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo - Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan Gerbang sisi timur yang disebut Gerbang Jombang berada di Tembelang.
MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaannya di bidang Infrastruktur dan Logistik. Sebelumnya, PT Astra International Tbk melalui PT Marga Mandala Sakti mengoperasikan jalan tol untuk ruas Tangerang – Merak sepanjang 72,5 Km.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto (keempat kanan), Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W (keempat kiri)bersama-sama dengan Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (ketiga kiri), Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Wiwiek D. Santoso (kedua kiri) dan Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), menekan tombol sebagai tanda diresmikannya Jalan tol Mojokerto - Kertosono Seksi 1, yang merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 km (13/10).
Acara peresmian jalan tol tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W. Dalam kesempatan ini, Djoko mengatakan, “Kami berterima kasih kepada MHI dengan dibangunnya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 ini. Kami akan terus mendukung MHI dalam penyelesaian Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.” Sementara ini dalam sambutannya Soekarwo mengatakan, “Kami akan mendukung MHI dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya. Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo - Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan Gerbang sisi timur yang disebut Gerbang Jombang berada di Tembelang.
MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaannya di bidang Infrastruktur dan Logistik. Sebelumnya, PT Astra International Tbk melalui PT Marga Mandala Sakti mengoperasikan jalan tol untuk ruas Tangerang – Merak sepanjang 72,5 Km.(press release/lasman simanjuntak)
Cilegon, BeritaRayaOnline– Tepat pada tanggal 4 Oktober 2014 PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengusahaan tol Tangerang-Merak genap berusia 25 tahun. Gemilang 25 tahun MMS berkarya bagi negeri “Strengthening The Core, Build The Next Level” merupakan tema perayaan HUT ke-25 MMS.
Acara yang diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober 2014 di The Royale Krakatau Hotel ini dihadiri dan dimeriahkan oleh para Insan Mandala dan stakeholder MMS. Perayaan ini merupakan puncak dari berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut usia perak MMS.
Berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sejak Maret 2014 lalu, di antaranya Family Gathering yang diikuti oleh 1.666 keluarga Insan Mandala, kontes Best Employee 2014, rangkaian kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control, pengerjaan renovasi gerbang dan penambahan lajur di Serang Barat dan Ciujung, Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) antar Insan Mandala, rangkaian kegiatan MMS Bisa (Berbagi Ilmu Sama Aku) pada 6 SDN binaan MMS, berbagai aksi sosial antara lain penanaman pohon di sepanjang akses tol, donor darah, peresmian Rumah Pintar ASTRA di Balaraja, acara Fun Bike juga lomba foto “Tol MMS-ku Cantik” yang diikuti baik oleh karyawan maupun umum.
Melengkapi kebahagiaan perayaan 25 tahun, sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada karyawannya, pada acara puncak tersebut MMS memberikan penghargaan kepada Insan Mandala yang telah menempuh masa kerja selama 15, 20 dan 25 tahun serta kepada Insan Mandala yang telah menyelesaikan masa purna baktinya.
Pada acara ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control yang telah memberikan ide kreativitas dan inovasinya untuk perusahaan serta pemenang kontes karyawan terbaik 2014 MMS.
“Selama 25 tahun kita berjuang bersama, bahu-membahu. Jalan tol ‘abal-abal’ bertransformasi menjadi salah satu jalan tol yang menjadi rujukan dalam hal kualitas jalan dan pelayanan. Gelar ‘beautifikasi jalan tol’ pertama kali diberikan untuk ruas jalan tol Tangerang-Merak”, ujar Presiden Direktur MMS Wiwiek D. Santoso, dalam sambutannya.
Peluncuran Situs, Buku Esai Budaya & Buku Metamorfosa MMS
Memeriahkan acara puncak 25 tahun, secara perdana MMS meluncurkan situs perusahaan. Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan tol Tangerang-Merak yang informatif dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, MMS mempersembahkan situs perusahaan yang dapat diakses pada laman www.margamandala.co.id sebagai sarana informasi perusahaan. Situs Marga Mandalasakti menghadirkan berbagai macam informasi seputar profil perusahaan, fasilitas jalan tol Tangerang-Merak, berita dan aktivitas terkini, informasi karir serta informasi layanan lalu lintas yang dilengkapi dengan 9 (sembilan) Live Monitoring CCTV yang memuat informasi terkini jalan tol Tangerang-Merak .
Situs MMS juga menyediakan informasi petunjuk arah bagi pengguna jalan yang membutuhkan panduan menuju tempat yang diinginkan. Informasi layanan tarif tol juga menjadi bagian dari layanan informasi situs MMS sehingga para pengguna jalan dapat mengetahui besaran tarif pada ruas tol Tangerang-Merak.Peluncuran situs MMS ini pun diinformasikan kepada para pengguna jalan melalui VMS (Variable Message Sign) yang terdapat di beberapa titik ruas tol Tangerang-Merak.
Dengan adanya layanan ini para pengguna jalan pun dapat dengan nyaman berlalu lintas di tol Tangerang-Merak. Hal ini merupakan bentuk apresiasi MMS kepada para pengguna jalan yang telah setia tertib berkendara dan berlalu lintas sehingga tercipta suasana lancar, aman dan nyaman di tol Tangerang-Merak.
Melengkapi acara puncak HUT ke-25 MMS, pada kesempatan ini MMS meluncurkan pula Buku Metamorfosa MMS yang memuat kilas balik perjalanan MMS selama 25 tahun. Pada buku tersebut disampaikan perkembangan wajah tol Tangerang-Merak dari masa ke masa. Peluncuran Buku Esai Budaya juga menjadi bagian dari rangkaian semarak 25 tahun kali ini.
Akhir kata dalam Sambutan Wiwiek menyampaikan “Usia 25 tahun bukan saja menunjukan betapa banyak suka duka serta pengalaman yang dialami, tetapi sekaligus menuntut darma bakti yang lebih besar bagi pembangunan bangsa. Bangga MMS telah menjadi bagian dari aset bangsa”.
Tak henti-hentinya sampai saat ini MMS sebagai pelaksana pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol Tangerang-Merak selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya sebagai bukti nyata untuk senantiasa berkarya bagi negeri.
Melengkapi kebahagiaan perayaan 25 tahun, sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada karyawannya, pada acara puncak tersebut MMS memberikan penghargaan kepada Insan Mandala yang telah menempuh masa kerja selama 15, 20 dan 25 tahun serta kepada Insan Mandala yang telah menyelesaikan masa purna baktinya. Pada acara ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control yang telah memberikan ide kreativitas dan inovasinya untuk perusahaan serta pemenang kontes karyawan terbaik 2014 MMS.
“Selama 25 tahun kita berjuang bersama, bahu-membahu. Jalan tol ‘abal-abal’ bertransformasi menjadi salah satu jalan tol yang menjadi rujukan dalam hal kualitas jalan dan pelayanan. Gelar ‘beautifikasi jalan tol’ pertama kali diberikan untuk ruas jalan tol Tangerang-Merak”, ujar Presiden Direktur MMS Wiwiek D. Santoso, dalam sambutannya.
Peluncuran Situs, Buku Esai Budaya & Buku Metamorfosa MMS
Memeriahkan acara puncak 25 tahun, secara perdana MMS meluncurkan situs perusahaan. Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan tol Tangerang-Merak yang informatif dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, MMS mempersembahkan situs perusahaan yang dapat diakses pada laman www.margamandala.co.id sebagai sarana informasi perusahaan.
Situs Marga Mandalasakti menghadirkan berbagai macam informasi seputar profil perusahaan, fasilitas jalan tol Tangerang-Merak, berita dan aktivitas terkini, informasi karir serta informasi layanan lalu lintas yang dilengkapi dengan 9 (sembilan) Live Monitoring CCTV yang memuat informasi terkini jalan tol Tangerang-Merak .
Situs MMS juga menyediakan informasi petunjuk arah bagi pengguna jalan yang membutuhkan panduan menuju tempat yang diinginkan. Informasi layanan tarif tol juga menjadi bagian dari layanan informasi situs MMS sehingga para pengguna jalan dapat mengetahui besaran tarif pada ruas tol Tangerang-Merak.Peluncuran situs MMS ini pun diinformasikan kepada para pengguna jalan melalui VMS (Variable Message Sign) yang terdapat di beberapa titik ruas tol Tangerang-Merak.
Dengan adanya layanan ini para pengguna jalan pun dapat dengan nyaman berlalu lintas di tol Tangerang-Merak. Hal ini merupakan bentuk apresiasi MMS kepada para pengguna jalan yang telah setia tertib berkendara dan berlalu lintas sehingga tercipta suasana lancar, aman dan nyaman di tol Tangerang-Merak.
Melengkapi acara puncak HUT ke-25 MMS, pada kesempatan ini MMS meluncurkan pula Buku Metamorfosa MMS yang memuat kilas balik perjalanan MMS selama 25 tahun. Pada buku tersebut disampaikan perkembangan wajah tol Tangerang-Merak dari masa ke masa. Peluncuran Buku Esai Budaya juga menjadi bagian dari rangkaian semarak 25 tahun kali ini.
Akhir kata dalam Sambutan Wiwiek menyampaikan “Usia 25 tahun bukan saja menunjukan betapa banyak suka duka serta pengalaman yang dialami, tetapi sekaligus menuntut darma bakti yang lebih besar bagi pembangunan bangsa. Bangga MMS telah menjadi bagian dari aset bangsa”.
Tak henti-hentinya sampai saat ini MMS sebagai pelaksana pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol Tangerang-Merak selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya sebagai bukti nyata untuk senantiasa berkarya bagi negeri.(press release/ lasman simanjuntak)










.jpg)