Jakarta, BeritaRayaOnline,- Pihak Guinness World Records akhirnya resmi memberikan penghargaan kepada Sakari Momoi, pria berusia 111 tahun asal Jepang karena telah memecahkan rekor sebagai orang tertua yang hidup di dunia saat ini. Penghargaan rekor tersebut diberikan pada Rabu (20/8/2014) kemarin di Tokyo, Jepang.
Momoi yang kini tinggal di sebuah rumah perawatan di Jepang adalah seorang penduduk asli Prefektur Fukushima yang lahir pada 5 Februari 1903. Momoi sendiri yang semasa mudanya bekerja sebagai seorang guru itu belakangan mengaku hanya ingin hidup selama dua tahun lagi.
“Aku mungkin hanya ingin hidup sekitar dua tahun lagi,” katanya setelah menerima sertifikat daari Guinness. Momoi sendiri diketahui masih dalam kondisi kesehatan dan fisik yang cukup prima.
Rekor tersebut diberikan kepada Momoi oleh Guinness setelah orang pemegang rekor sebelumnya, Alexander Imich, seorang ahli kimia asal Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia pada pertengahan Juni 2014 lalu. Usia Imich sendiri diketahui hanya lebih tua satu hari dari Momoi.
Sementara itu, jauh sebelum Momoi, sejumlah orang juga pernah memegang rekor serupa seperti Misao Okawa yang juga berasal dari Jepang yang kini masih hidup hingga usia 116 tahun, lalu Jeanne Callment asal Prancis yang pernah hidup hingga 122 tahun dan meninggal pada tahun 1997.
Waah.. semoga Kakek Momoi dapat menjalani sisa hidupnya dengan tenang ya, Dreamers.(yahoo.com/dreamersradio.com/jeffry k/nelson k/renny)
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Sejak divonis menderita Bipolar Disorder II pada 2009 oleh dr Richard, Marshanda setiap hari menjelang tidur harus minum obat penenang. Tidak hanya itu, dia juga harus menjalani pemeriksaan secara berkala oleh dokter rekomendasi ibunya, Riyanti Sofyan itu.
"Sejak saat itu setiap malam aku minum obat," tegas Marshanda kepada Alvin Adam di acara Just Alvin yang tayang di Metro TV, Minggu (10/8/2014).
Marshanda mengaku telah menjalani serangkaian tes untuk second opinion atas vonis tersebut. Dia sudah menjalani tes oleh empat orang psikiater, di mana sebelumnya juga menjalani interview selama satu jam lebih.
Chaca juga diminta mengerjakan soal psikometri yang jumlahnya sekitar 567 soal, ditambah lagi beberapa ratus nomor pertanyaan yang harus dijawabnya. Selain itu juga menjalani MRI dan tes darah.
Hasil dari pemeriksaan itu memang secara resmi belum keluar, namun diagnosa dokter yang memeriksa, menyatakan kalau Marshanda tidak ada masalah.
"Sekarang setelah aku cari second opinion aku kaget. Kalau dari diagnosa dokter bisa lihat, 'kamu sih baik-baik saja, cuma ini (tes) kan sebagai penunjang. Karena kita memang harus melewati yang bener prosedurnya'," kata Chaca menirukan dokter yang memeriksanya.
Diberitakan sebelumnya, Marshanda merasa tidak banyak menjalani pemeriksaan oleh Dokter Richard pada 2009, kecuali hanya ngobrol beberapa kali. Namun saat itu dia langsung divonis menderita Bipolar Disorder II.
"Waktu itu diajak keluar oleh dr Richard, bipolar disorder 2, dia bilang begitu, itu pun menurut aku tidak ada tes, tes tertulis atau brain scan tidak ada sama sekali. Kaget! dua kali konsultasi dan langsung ini harus opname. Ya dia psikiater kan ya aku percaya," kisahnya.
Kembali Membuat Heboh
Bahkan, lebih jauh Chacha bercerita, saat di RS ibunya mengaku sudah tidak tahan mengurusnya. "Aku sempat shock, waktu itu aku pingin sekali di elus-elus pundak aku. Tapi mama bilang sudah cape mengurus aku, dan itu (diucapin) sambil menangis," akunya lagi.(KapanLagi.com/M.JPNN.ComEykel Lasflorest))
"Sejak saat itu setiap malam aku minum obat," tegas Marshanda kepada Alvin Adam di acara Just Alvin yang tayang di Metro TV, Minggu (10/8/2014).
Marshanda mengaku telah menjalani serangkaian tes untuk second opinion atas vonis tersebut. Dia sudah menjalani tes oleh empat orang psikiater, di mana sebelumnya juga menjalani interview selama satu jam lebih.
Chaca juga diminta mengerjakan soal psikometri yang jumlahnya sekitar 567 soal, ditambah lagi beberapa ratus nomor pertanyaan yang harus dijawabnya. Selain itu juga menjalani MRI dan tes darah.
Hasil dari pemeriksaan itu memang secara resmi belum keluar, namun diagnosa dokter yang memeriksa, menyatakan kalau Marshanda tidak ada masalah.
"Sekarang setelah aku cari second opinion aku kaget. Kalau dari diagnosa dokter bisa lihat, 'kamu sih baik-baik saja, cuma ini (tes) kan sebagai penunjang. Karena kita memang harus melewati yang bener prosedurnya'," kata Chaca menirukan dokter yang memeriksanya.
Diberitakan sebelumnya, Marshanda merasa tidak banyak menjalani pemeriksaan oleh Dokter Richard pada 2009, kecuali hanya ngobrol beberapa kali. Namun saat itu dia langsung divonis menderita Bipolar Disorder II.
"Waktu itu diajak keluar oleh dr Richard, bipolar disorder 2, dia bilang begitu, itu pun menurut aku tidak ada tes, tes tertulis atau brain scan tidak ada sama sekali. Kaget! dua kali konsultasi dan langsung ini harus opname. Ya dia psikiater kan ya aku percaya," kisahnya.
Kembali Membuat Heboh
Persis di hari ulang tahunnya yang ke-25, Minggu (10/8/2014), artis Marshanda kembali membuat heboh dengan sejumlah pengakuannya di program Just Alvin. Di saat ibunya, Riyanti Sofyan ‚ "galau" karena tidak bisa merayakan ultah sang anak di apartemennya, Chacha-sapaan akrab Marshanda, malahan tampil di acara itu.
Menggunakan baju coklat dengan rambut dikuncir ke belakang, sejumlah pengakuan tentang masa lalunya mengalir dengan lancar. Salah satu pengakuan yang cukup mengagetkan adalah, bahwa dirinya merasa asing di tengah keluarganya.
Padahal, seringkali istri Ben Kasyafani itu terlihat lengket dengan sang mama di berbagai kesempatan.
"Dari kecil memang nggak ada (ikatan batin anak dengan orang tua). Aku nggak pernah merasa kenal. Mama itu kayaknya asing banget," ucapnya dengan santai.
Sejak melarikan diri dari RS Abdi Waluyo, Chacha mengaku sengaja menghindar dari keluarganya. Anehnya, dia merasa jauh lebih tenang pasca pisah dari keluarga, mama dan adik-adiknya.
Dia mengaku, selama 25 tahun ini, dirinya tidak pernah merasa bahagia dengan keluarganya. Bahkan, ibu dari Sienna Ameerah Kasyafani itu mengaku tidak percaya dengan diagnosa dari dokter tentang gejala bipolar yang dideritanya.
"Kaget. Awalnya nggak tahu, tapi setelah di tes memang nggak ada. Aku cuma perlu diterima di lingkungan keluarga," bebernya.
Chacha juga mengaku pernah menjalani konseling selama 6 bulan. Setelah menjelani konseling, hubungan dengan ibunya pun semakin membaik.
"Tapi setelah itu, lama-lama banyak tekanan lagi. Dan akhirnya aku stres. Nggak ada tempat pegangan. Terus aku sempat beberapa hari nggak tidur, tapi dengan santainya mama sarankan aku minum obat," ceritanya.
Sejatinya, ibu satu anak itu berharap bisa mendapatkan kasih sayang dari keluarganya. Ironisnya, Chacha merasa semua itu tidak pernah dia dapatkan.
Solo,BeritaRayaOnline,-Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo siang tadi pulang kampung ke rumah orang tuanya di Solo, Jawa Tengah. Dengan diantar sejumlah iring-iringan mobil, mantan Walikota Solo itu tiba di rumah ibunda tercinta Sujiatmi Notomiharjo di Jalan Pleret Utama, Sumber, Banjarsari.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (13/7/2014), di antara peserta iring-iringan itu, Jokowi naik di salah satu mobil yang dikemudikan anak perempuannya, Kahiyang Ayu.
Sambil menunggu proses rekapitulasi suara yang dilakukan KPU, Jokowi sengaja mudik lebih cepat untuk menengok keluarganya di Solo. Ia juga mengaku sekaligus ingin sungkem kepada ibundanya.
Sebelumnya, Jokowi terakhir pulang ke rumahnya di Solo pada akhir masa kampanye pilpres. Kala itu Sujiatmi menemani kampanye pemenangan pasangan Jokowi-JK di Solo dan Yogyakarta.
Kepulangan Jokowi ke kampung halamannya ini tidak ditemani anggota tim pemenangannya, karena tidak menyangkut urusan politik. Jokowi hanya didampingi beberapa pengawal pribadinya.
Selama di Solo, Jokowi hanya akan bersantai bersama keluarga dan ibundanya. Jokowi juga berencana untuk berkunjung ke sejumlah sanak keluarganya. (eppo/parlin/ella/dian/flora kolondam)
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (13/7/2014), di antara peserta iring-iringan itu, Jokowi naik di salah satu mobil yang dikemudikan anak perempuannya, Kahiyang Ayu.
Sambil menunggu proses rekapitulasi suara yang dilakukan KPU, Jokowi sengaja mudik lebih cepat untuk menengok keluarganya di Solo. Ia juga mengaku sekaligus ingin sungkem kepada ibundanya.
Sebelumnya, Jokowi terakhir pulang ke rumahnya di Solo pada akhir masa kampanye pilpres. Kala itu Sujiatmi menemani kampanye pemenangan pasangan Jokowi-JK di Solo dan Yogyakarta.
Kepulangan Jokowi ke kampung halamannya ini tidak ditemani anggota tim pemenangannya, karena tidak menyangkut urusan politik. Jokowi hanya didampingi beberapa pengawal pribadinya.
Selama di Solo, Jokowi hanya akan bersantai bersama keluarga dan ibundanya. Jokowi juga berencana untuk berkunjung ke sejumlah sanak keluarganya. (eppo/parlin/ella/dian/flora kolondam)
Palembang, BeritaRayaOnline,- Capres nomor urut 2, Joko Widodo, mengunjungi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pelaku ekonomi kreatif di Tuan Kentang, Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (25/6/2014).
Sebelum berdialog dengan pelaku usaha, Jokowi bersama istri Iriana, dan putrinya Kaesang Ayu mengelilingi sejumlah gerai produk UMKM seperti ikan sale, mpek-mpek, keripik, songket, cinderamata khas Palembang, dan buah-buahan.
Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini kemudian dihadiahi produk UMKM seperti songket dan cemilan khas Palembang dalam sebuah tas kertas. Namun Jokowi menolak pemberian tersebut meski mereka telah berusaha menjelaskan bahwa suvenir itu oleh-oleh dari warga Palembang.
"Saya ingin membiasakan, ini kan produk yang harusnya dibeli, saya mau membiasakan," ujar pria berkemeja kotak-kotak itu di tepian sungai Ogan di sebelah kawasan pusat UMKM.
"Apalagi kalau ini harganya mahal, UMKM itu kan mencari keuntungan. Kalau ini dikasih, nanti bisa rugi besar, saya enggak mau, apalagi karena saya," ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Jokowi pun memerintahkan seorang ajudannya untuk membayar suvenir tersebut, dan membawa pulang tas berisi suvenir dari masyarakat Palembang.(metronews.com/flora kolondam/pls)
Sebelum berdialog dengan pelaku usaha, Jokowi bersama istri Iriana, dan putrinya Kaesang Ayu mengelilingi sejumlah gerai produk UMKM seperti ikan sale, mpek-mpek, keripik, songket, cinderamata khas Palembang, dan buah-buahan.
Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini kemudian dihadiahi produk UMKM seperti songket dan cemilan khas Palembang dalam sebuah tas kertas. Namun Jokowi menolak pemberian tersebut meski mereka telah berusaha menjelaskan bahwa suvenir itu oleh-oleh dari warga Palembang.
"Saya ingin membiasakan, ini kan produk yang harusnya dibeli, saya mau membiasakan," ujar pria berkemeja kotak-kotak itu di tepian sungai Ogan di sebelah kawasan pusat UMKM.
"Apalagi kalau ini harganya mahal, UMKM itu kan mencari keuntungan. Kalau ini dikasih, nanti bisa rugi besar, saya enggak mau, apalagi karena saya," ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Jokowi pun memerintahkan seorang ajudannya untuk membayar suvenir tersebut, dan membawa pulang tas berisi suvenir dari masyarakat Palembang.(metronews.com/flora kolondam/pls)




