Tekan Tombol : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya kembali pembangunan (groundbreaking) jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jakarta, Jumat sore (17/10/2014) yang sempat "mangkrak" selama 16 tahun sejak tahun 1998. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline,-Proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dikerjakan kembali. Pelaksanaan peletakkan batu pertama (ground breaking) diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Jumat (17/10/2014) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Dalam acara ini hadir Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali, Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) M Choliq, serta Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto.
Pekerjaan ruas tol tersebut mangkrak 16 tahun atau terhenti sejak tahun 1998. Groundbreaking dilaksanakan di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (17/10/2014).
Tol Becakayu terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi I (Kasablanka-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya). Panjang Seksi I adalah 11 km, dan Seksi II 10,04 km. Total investasi di tol Becakayu mencapai Rp 7,2 triliun. Nantinya, badan usaha yang akan mengelola tol ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.
“Jalan tol Becakayu dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi, namun kelayakan finansialnya marginal. Sehingga perlu mendapatkan dukungan Pemerintah agar layak secara finansial. Dukungan Pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada Seksi I dan II dengan nilai total sebesar Rp 350 Miliar,” ujar Menteri PU Djoko Kirmanto.
Badan Usaha Jalan Tol untuk Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada tanggal 16 Desember 2011. Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun, dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca – Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna – Duren Jaya).
“Kami berharap pembangunan Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional, dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT),” ucapnya.
Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek, dari timur terutama di Jalan Raya Kalimalang. Menteri PU mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik.
Dalam acara tersebut, Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) M Choliq berkata, "kita sekarang canangkan peletakan batu pertama proyek yang sudah cukup lama tertunda. Kita akan selesaikan kembali."
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,9 triliun untuk pembangunan seksi I ruas jalan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Sebesar 70 persen sumber pendanaan berasal dari pinjaman perbankan. (puskom kementerian pekerjaan umum/lasman simanjuntak)
Foto-foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Teks Foto : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/10/2014). Tampak Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sedang memberikan kata sambutan. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Sebagai bagian dari jaringan jalan tol di Jabodetabek, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai peranan penting dalam memperlancar arus lalu lintas, distibusi barang dan jasa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi dan sekitarnya.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada acara peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/1O/2O14).
"Dari beberapa kajian yang ada diprediksi pada 2O2O hampir seluruh jalan di Jakarta akan mencapai titik jenuh atau volume to capacity ratio atau V/C Ratio mendekati.Artinya jumlah kendaraan telah melebihi kapasitas jalan dan akan mengakibatkan kemacetan total di ruas-ruas jalan di Jakarta.Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kepadatan lalu lintas adalah dengan pembangunan jalan tol yang dapat disenergikan dengan program transportasi masalah di Jabodetabek," kata Menteri PU Djoko Kirmanto.
Jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai total panjang 21,O4 kilometer dan terbagi dalam dua seksi yaitu seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) sepanjang 11,OO km dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 1O,O4 km.
"Jalan tol ini dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi.Namun, kelayakan financialnya marginal sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah agar layak secara financial.Dukungan pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada seksi I dan II dengan nilai total Rp 35O miliar," ucapnya.
Badan usaha jalan tol untuk jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah PT.Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 16 Desember 2O11.Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya).
Pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini membutuhkan dana investasi sebesar RP 7,2 triliun, dimana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equiyty dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.
"Kami berharap pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol atau PPJT. Di samping itu, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dari Timur terutama di jalan raya Kalimalang. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik," katanya
(lasman simanjuntak)
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Sebagai bagian dari jaringan jalan tol di Jabodetabek, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai peranan penting dalam memperlancar arus lalu lintas, distibusi barang dan jasa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi dan sekitarnya.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada acara peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, di Buaran, Kali Malang, Jakarta Timur, Jumat siang (17/1O/2O14).
"Dari beberapa kajian yang ada diprediksi pada 2O2O hampir seluruh jalan di Jakarta akan mencapai titik jenuh atau volume to capacity ratio atau V/C Ratio mendekati.Artinya jumlah kendaraan telah melebihi kapasitas jalan dan akan mengakibatkan kemacetan total di ruas-ruas jalan di Jakarta.Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kepadatan lalu lintas adalah dengan pembangunan jalan tol yang dapat disenergikan dengan program transportasi masalah di Jabodetabek," kata Menteri PU Djoko Kirmanto.
Jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu mempunyai total panjang 21,O4 kilometer dan terbagi dalam dua seksi yaitu seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) sepanjang 11,OO km dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 1O,O4 km.
"Jalan tol ini dari sisi kelayakan ekonomi memiliki tingkat kelayakan yang tinggi.Namun, kelayakan financialnya marginal sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah agar layak secara financial.Dukungan pemerintah tersebut diberikan dalam bentuk pengadaan tanah pada seksi I dan II dengan nilai total Rp 35O miliar," ucapnya.
Badan usaha jalan tol untuk jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah PT.Kresna Kusuma Dyandra Marga dan telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 16 Desember 2O11.Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah selama 45 tahun dengan lingkup pembangunan Seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya).
Pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini membutuhkan dana investasi sebesar RP 7,2 triliun, dimana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equiyty dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.
"Kami berharap pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan mitra yang profesional dapat dilaksanakan dengan baik dan mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol atau PPJT. Di samping itu, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dari Timur terutama di jalan raya Kalimalang. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilakukan di seluruh ruas jalan tol dan pada akhirnya jalan tol dapat segera dioperasikan dengan baik," katanya
(lasman simanjuntak)
Jombang, BeritaRayaOnline,-Berikut informasi terkini kegiatan Astra International Tbk. mengenai peresmian ruas tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 beserta foto-fotonya.
Caption Foto 1:
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menuangkan air dari dalam kendi sebagai simbolisasi diresmikannya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1, didampingi oleh Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Wiwiek D. Santoso (kanan), yang disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto (kedua kiri) dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W (kedua kanan) dalam acara peresmian Jalan Tol Mojokerto - Kertosono Seksi 1, yang merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 km (13/10/2014).
Acara peresmian jalan tol tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W.
Dalam kesempatan ini, Djoko mengatakan, “Kami berterima kasih kepada MHI dengan dibangunnya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 ini. Kami akan terus mendukung MHI dalam penyelesaian Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Sementara ini dalam sambutannya Soekarwo mengatakan, “Kami akan mendukung MHI dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya. Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo - Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan Gerbang sisi timur yang disebut Gerbang Jombang berada di Tembelang.
MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaannya di bidang Infrastruktur dan Logistik. Sebelumnya, PT Astra International Tbk melalui PT Marga Mandala Sakti mengoperasikan jalan tol untuk ruas Tangerang – Merak sepanjang 72,5 Km.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto (keempat kanan), Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W (keempat kiri)bersama-sama dengan Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (ketiga kiri), Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Wiwiek D. Santoso (kedua kiri) dan Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), menekan tombol sebagai tanda diresmikannya Jalan tol Mojokerto - Kertosono Seksi 1, yang merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 km (13/10).
Acara peresmian jalan tol tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W. Dalam kesempatan ini, Djoko mengatakan, “Kami berterima kasih kepada MHI dengan dibangunnya Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 1 ini. Kami akan terus mendukung MHI dalam penyelesaian Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.” Sementara ini dalam sambutannya Soekarwo mengatakan, “Kami akan mendukung MHI dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4.”
Seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya. Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo - Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan Gerbang sisi timur yang disebut Gerbang Jombang berada di Tembelang.
MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaannya di bidang Infrastruktur dan Logistik. Sebelumnya, PT Astra International Tbk melalui PT Marga Mandala Sakti mengoperasikan jalan tol untuk ruas Tangerang – Merak sepanjang 72,5 Km.(press release/lasman simanjuntak)
Cilegon, BeritaRayaOnline– Tepat pada tanggal 4 Oktober 2014 PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengusahaan tol Tangerang-Merak genap berusia 25 tahun. Gemilang 25 tahun MMS berkarya bagi negeri “Strengthening The Core, Build The Next Level” merupakan tema perayaan HUT ke-25 MMS.
Acara yang diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober 2014 di The Royale Krakatau Hotel ini dihadiri dan dimeriahkan oleh para Insan Mandala dan stakeholder MMS. Perayaan ini merupakan puncak dari berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut usia perak MMS.
Berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sejak Maret 2014 lalu, di antaranya Family Gathering yang diikuti oleh 1.666 keluarga Insan Mandala, kontes Best Employee 2014, rangkaian kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control, pengerjaan renovasi gerbang dan penambahan lajur di Serang Barat dan Ciujung, Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) antar Insan Mandala, rangkaian kegiatan MMS Bisa (Berbagi Ilmu Sama Aku) pada 6 SDN binaan MMS, berbagai aksi sosial antara lain penanaman pohon di sepanjang akses tol, donor darah, peresmian Rumah Pintar ASTRA di Balaraja, acara Fun Bike juga lomba foto “Tol MMS-ku Cantik” yang diikuti baik oleh karyawan maupun umum.
Melengkapi kebahagiaan perayaan 25 tahun, sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada karyawannya, pada acara puncak tersebut MMS memberikan penghargaan kepada Insan Mandala yang telah menempuh masa kerja selama 15, 20 dan 25 tahun serta kepada Insan Mandala yang telah menyelesaikan masa purna baktinya.
Pada acara ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control yang telah memberikan ide kreativitas dan inovasinya untuk perusahaan serta pemenang kontes karyawan terbaik 2014 MMS.
“Selama 25 tahun kita berjuang bersama, bahu-membahu. Jalan tol ‘abal-abal’ bertransformasi menjadi salah satu jalan tol yang menjadi rujukan dalam hal kualitas jalan dan pelayanan. Gelar ‘beautifikasi jalan tol’ pertama kali diberikan untuk ruas jalan tol Tangerang-Merak”, ujar Presiden Direktur MMS Wiwiek D. Santoso, dalam sambutannya.
Peluncuran Situs, Buku Esai Budaya & Buku Metamorfosa MMS
Memeriahkan acara puncak 25 tahun, secara perdana MMS meluncurkan situs perusahaan. Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan tol Tangerang-Merak yang informatif dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, MMS mempersembahkan situs perusahaan yang dapat diakses pada laman www.margamandala.co.id sebagai sarana informasi perusahaan. Situs Marga Mandalasakti menghadirkan berbagai macam informasi seputar profil perusahaan, fasilitas jalan tol Tangerang-Merak, berita dan aktivitas terkini, informasi karir serta informasi layanan lalu lintas yang dilengkapi dengan 9 (sembilan) Live Monitoring CCTV yang memuat informasi terkini jalan tol Tangerang-Merak .
Situs MMS juga menyediakan informasi petunjuk arah bagi pengguna jalan yang membutuhkan panduan menuju tempat yang diinginkan. Informasi layanan tarif tol juga menjadi bagian dari layanan informasi situs MMS sehingga para pengguna jalan dapat mengetahui besaran tarif pada ruas tol Tangerang-Merak.Peluncuran situs MMS ini pun diinformasikan kepada para pengguna jalan melalui VMS (Variable Message Sign) yang terdapat di beberapa titik ruas tol Tangerang-Merak.
Dengan adanya layanan ini para pengguna jalan pun dapat dengan nyaman berlalu lintas di tol Tangerang-Merak. Hal ini merupakan bentuk apresiasi MMS kepada para pengguna jalan yang telah setia tertib berkendara dan berlalu lintas sehingga tercipta suasana lancar, aman dan nyaman di tol Tangerang-Merak.
Melengkapi acara puncak HUT ke-25 MMS, pada kesempatan ini MMS meluncurkan pula Buku Metamorfosa MMS yang memuat kilas balik perjalanan MMS selama 25 tahun. Pada buku tersebut disampaikan perkembangan wajah tol Tangerang-Merak dari masa ke masa. Peluncuran Buku Esai Budaya juga menjadi bagian dari rangkaian semarak 25 tahun kali ini.
Akhir kata dalam Sambutan Wiwiek menyampaikan “Usia 25 tahun bukan saja menunjukan betapa banyak suka duka serta pengalaman yang dialami, tetapi sekaligus menuntut darma bakti yang lebih besar bagi pembangunan bangsa. Bangga MMS telah menjadi bagian dari aset bangsa”.
Tak henti-hentinya sampai saat ini MMS sebagai pelaksana pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol Tangerang-Merak selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya sebagai bukti nyata untuk senantiasa berkarya bagi negeri.
Melengkapi kebahagiaan perayaan 25 tahun, sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada karyawannya, pada acara puncak tersebut MMS memberikan penghargaan kepada Insan Mandala yang telah menempuh masa kerja selama 15, 20 dan 25 tahun serta kepada Insan Mandala yang telah menyelesaikan masa purna baktinya. Pada acara ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang kontes inovasi Marga Mandalasakti Quality Control yang telah memberikan ide kreativitas dan inovasinya untuk perusahaan serta pemenang kontes karyawan terbaik 2014 MMS.
“Selama 25 tahun kita berjuang bersama, bahu-membahu. Jalan tol ‘abal-abal’ bertransformasi menjadi salah satu jalan tol yang menjadi rujukan dalam hal kualitas jalan dan pelayanan. Gelar ‘beautifikasi jalan tol’ pertama kali diberikan untuk ruas jalan tol Tangerang-Merak”, ujar Presiden Direktur MMS Wiwiek D. Santoso, dalam sambutannya.
Peluncuran Situs, Buku Esai Budaya & Buku Metamorfosa MMS
Memeriahkan acara puncak 25 tahun, secara perdana MMS meluncurkan situs perusahaan. Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan tol Tangerang-Merak yang informatif dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, MMS mempersembahkan situs perusahaan yang dapat diakses pada laman www.margamandala.co.id sebagai sarana informasi perusahaan.
Situs Marga Mandalasakti menghadirkan berbagai macam informasi seputar profil perusahaan, fasilitas jalan tol Tangerang-Merak, berita dan aktivitas terkini, informasi karir serta informasi layanan lalu lintas yang dilengkapi dengan 9 (sembilan) Live Monitoring CCTV yang memuat informasi terkini jalan tol Tangerang-Merak .
Situs MMS juga menyediakan informasi petunjuk arah bagi pengguna jalan yang membutuhkan panduan menuju tempat yang diinginkan. Informasi layanan tarif tol juga menjadi bagian dari layanan informasi situs MMS sehingga para pengguna jalan dapat mengetahui besaran tarif pada ruas tol Tangerang-Merak.Peluncuran situs MMS ini pun diinformasikan kepada para pengguna jalan melalui VMS (Variable Message Sign) yang terdapat di beberapa titik ruas tol Tangerang-Merak.
Dengan adanya layanan ini para pengguna jalan pun dapat dengan nyaman berlalu lintas di tol Tangerang-Merak. Hal ini merupakan bentuk apresiasi MMS kepada para pengguna jalan yang telah setia tertib berkendara dan berlalu lintas sehingga tercipta suasana lancar, aman dan nyaman di tol Tangerang-Merak.
Melengkapi acara puncak HUT ke-25 MMS, pada kesempatan ini MMS meluncurkan pula Buku Metamorfosa MMS yang memuat kilas balik perjalanan MMS selama 25 tahun. Pada buku tersebut disampaikan perkembangan wajah tol Tangerang-Merak dari masa ke masa. Peluncuran Buku Esai Budaya juga menjadi bagian dari rangkaian semarak 25 tahun kali ini.
Akhir kata dalam Sambutan Wiwiek menyampaikan “Usia 25 tahun bukan saja menunjukan betapa banyak suka duka serta pengalaman yang dialami, tetapi sekaligus menuntut darma bakti yang lebih besar bagi pembangunan bangsa. Bangga MMS telah menjadi bagian dari aset bangsa”.
Tak henti-hentinya sampai saat ini MMS sebagai pelaksana pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol Tangerang-Merak selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya sebagai bukti nyata untuk senantiasa berkarya bagi negeri.(press release/ lasman simanjuntak)
Jombang, Jawa Timur, BeritaRayaOnline,- Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto Senin, 13 Oktober 2014 meresmikan jalan tol Kertosono-Mojokerto Seksi 1, yang merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 km.
Seksi 1 sepanjang 14,7 km ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya.
Acara peresmian jalan tol tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W serta Presiden Direktur PT Astra International Tbk. (Astra) Prijono Sugiarto, didampingi Direktur Astra Paulus Bambang Widjanarko.
Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo-Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan gerbang sisi timur disebut gerbang Jombang berada di Tembelang.
“Kami memiliki target untuk bisa mengoperasikan seksi 1 ini sebelum akhir tahun 2014. Target tersebut akhirnya terpenuhi, berkat dukungan dari banyak pihak, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta masyarakat Jombang,” ujar Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), Wiwiek D. Santoso.
Menurut dia, desain gerbang dan kantornya dibuat dengan memperhatikan budaya setempat namun dalam nuansa modern. Sirip-sirip pada atap menyerupai susunan batu pada candi-candi di Jawa Timur.
Desain gerbang yang didominasi warna biru dan oranye ini terkesan sangat modern. Demikian juga kantor gerbangnya yang dirancang dengan sangat detil termasuk peralatan dan alur aktivitas orang-orang yang bekerja disana.
“Dengan demikian diharapkan semua operasi akan efisien,” tambah Wiwiek.
MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaannya di bidang infrastruktur dan logistik.
Ruas tol Kertosono-Mojokerto Seksi 1 ini seluruhnya dibangun dengan perkerasan beton baik lajur utama (dua lajur, dua arah) maupun bahu jalannya. Karena direncanakan di masa yang akan datang ruas tol ini akan menjadi tiga lajur, maka di sebagian besar seksi ini median jalannya sangat lebar.
Di sepanjang ruas tol ini ditanami beberapa jenis pohon untuk penghijauan, seperti Glodogan Tiang (Polyalthea), Hujan Mas (Cassia Glauca), Jatropa Batavia, Sengon (Albzia Falcatae), Bambu Jepang (Phyllostachys Aurea), Akasia daun lebar (Acasia Mangium), dll dengan total sekitar 7.900 batang pohon dan tanaman hias seperti Oleander, Kembang Merak (Caesalpinia Pulcherrima), Bunga Kupu-kupu (Buhunia Purpurea), Bougenvillea, Kecrutan (Spathodea campanulata) dll dengan total lebih dari 48.000 batang. Tol ini juga dilengkapi dengan rambu, pagar pembatas, dan juga guardrail di kedua sisinya.
Pada ruas tol ini terdapat satu buah jembatan penyebrangan dan 25 buah terowongan untuk menghubungkan desa-desa sekitar jalan tol. Karena baru seksi 1 yang dioperasikan, maka semua penggunajalan akan melakukan transaksi pembayaran tol di Gerbang Jombang.
Tarif masing-masing golongan kendaraan seksi 1 ini adalah sebagai berikut:
- Golongan I Rp 10.000.
- Golongan II Rp 15.500.
- Golongan III Rp 20.500.
- Golongan IV Rp 25.500.
- Golongan V Rp 30.500.
Meskipun baru seksi 1 yang dioperasikan, MHI telah menyiapkan fasilitas pendukung berupa tujuh unit mobil layanan jalan tol yang terdiri dari dua unit patroli jalan tol, satu unit ambulance, dua unit kendaraan derek, satu unit kendaraan rescue, dan satu unit Patroli Jalan Raya (PJR).
Selain itu, bagi pengguna jalan tol yang membutuhkan bantuan dan informasi, dapat menghubungi nomor (0321) 888 123. Semua unit tersebut siap melayani pengguna jalan tol, demi terwujudnya layanan jalan tol yang lancar, aman, dan nyaman.
Seluruh ruas tol Mojokerto-Kertosono ini dibagi menjadi empat seksi, yakni seksi 1 sepanjang sekitar 14,7 km dimulai dari Desa Kayen hingga Desa Tampingmojo, Kabupaten Jombang yang melintasi 16 desa.
Sedangkan seksi 2 sepanjang sekitar 19,9 km dimulai dari Desa Tampingmojo hingga Desa Pagerluyung (Kabupaten Mojokerto) melintasi 10 desa di Kabupaten Jombang dan dua desa di Kabupaten Mojokerto.
Kemudian seksi 3 sepangjang lima km dimulai dari desa Kemantren hingga Desa Canggu, Kabupaten Mojokerto yang melintasi lima desa. Terakhir, seksi empat sepanjang 0,9 km dimulai dari Desa Brodot sampai dengan Desa Gondang Manis, Kabupaten Jombang.
Seksi 3 akan menyambungkan ruas tol Mojokerto-Kertosono (Moker) dengan ruas tol Surabaya-Mojokerto sedangkan seksi 4 akan menyambungkan ruas tol Moker dengan ruas tol Ngawi-Kertosono. Saat ini seksi 2 dan seksi 3 masih dalam tahap pembebasan lahan meskipun di beberapa bagian juga telah dikonstruksi.
Per akhir September 2014, lahan seksi 2 yang telah diserahkan Pemerintah kepada MHI sebesar 82,53%, seksi 3 sebesar 86,75%, dan seksi 4 sebesar 79,41%. Sedangkan konstruksi di seksi 2 mencapai 47,50% dan seksi 3 mencapai 7,70%.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah membangun infrastruktur jalan di daerah kami, tentunya hal ini akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah Jombang dan kami juga berharap sebagian masyarakat pemiliki tanah di seksi 2 dan seksi 4 dapat menyelesaikan pembebsannya seperti yang lain, sehingga proyek jalan tol di wilayah Jombang dapat segera diselesaikan seluruhnya,” ungkap Bupati Jombang Drs. EC. H. Nyono Suharli W.
Selain peresmian ruas tol Kertosono-Mojokerto Seksi 1, pada hari yang sama Bupati Jombang bersama Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto juga meresmikan Kantor Pusat MHI yang berlokasi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Bangunan seluas 2.262,51 m2 ini tampak sangat berbeda dengan warna dominan oranye dan akan dilengkapi dengan masjid, lapangan tenis, dan wisma serbaguna.
Semoga dengan beroperasinya tol Kertosono-Mojokerto Seksi 1 ini juga akan dapat memacu pertumbuhan perekonomian Jombang dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta juga menjadi kebanggaan, khususnya bagi masyarakat Jombang.(pressrelease/lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU dalam rangkaian peringatan Hari Habitat Dunia 2014 menyelenggarakan kegiatan Penataan Kampung Habitat di kawasan kumuh di Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai aksi nyata dalam menata kawasan kumuh. Penataan Kampung Habitat bertempat di Jalan Intan RW 09, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Acara tersebut dihadiri oleh Dirjen Cipta Karya Imam S Ernawi, Direktur Pengembangan Permukiman Hadi Sucahyono, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Muhammad Maliki Moersid dan Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, Jonathan Pasodung, Lurah Pejagalan dan pengurus lingkungan sekitar.
Dirjen Cipta Karya Imam S Ernawi mengungkapkan bahwa penataan kampung menjadi bagian dari upaya penanganan kawasan permukiman kumuh di Indonesia. Ditargetkan permukiman berkurang menjadi 0% bersamaan dengan target meningkatnya cakupan layanan air minum menjadi 100% dan akses sanitasi layak 100% pada 2019.
“Penataan Kampung Habitat ini sebagai contoh bagi para pengambil keputusan bahwa program penanganan kumuh dapat mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di daerah kumuh, serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Penataan Kampung Habitat di sini akan menjadi Kampung Habitat Pertama di Indonesia, ” ujarnya.
Tujuan lain dari kegiatan Penataan Kampung Habitat antara lain meningkatkan kesadaran bersama mengenai kondisi kehidupan di kawasan permukiman kumuh. Mengidentifikasi pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kawasan kumuh. Mengembangkan suatu model sinergi antar pemangku kepentingan yang bekerjasama meningkatkan sarana dan prasarana suatu kawasan dari yang sebelumnya kategori permukiman kumuh menjadi permukiman layak huni dan berkelanjutan.
Pada kegiatan tersebut telah dilakuan sosialisasi yang melibatkan tim Fasilitator Kelurahan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dengan warga setempat. Sosialisasi bertujuan untuk mendengarkan aspirasi kebutuhan warga yang tinggal di permukiman kumuh, khususnya yang terkait dengan peningkatan kualtias infrastruktur permukiman. Tujuan tersebut sesuai dengan tema Hari Habitat Dunia 2014 yakni Voices from Slums atau Aspirasi Masyarakat Permukiman Kumuh.
Aspirasi yang masyarakat setempat tengah menghasilkan beberapa kegiatan yang tengah dan akan dilakukan. Yakni, perbaikan jalan lingkungan dengan rabat beton, perbaikan saluran gorong-gorong, perbaikan pintu air pengendali banjir, penataan dan penanaman vegetasi menggunakan elemen bambu serta peebaikan fasade bangunan melalui pengecatan massal.
“Ke depan mohon kegiatan ini bisa betul-betul didukung masyarakat. Saya mau tanya ke warga. Apakah bisa lima tahun ke depan, kampung ini jauh lebih baik dari sekarang?”
“ Bisa....,” warga setempat yang hadir menjawab.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen Cipta Karya menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Master Plan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI-Quick Wins) sebesar Rp 433.250.000 kepada Koordinator BKM Budi Utomo Kelurahan Penjagalan. Dana tersebut antara lain untuk pengadaan gerobak motor, perbaikan gorong-gorong, gerobak sampah dorong, dsb. (puskom kementerian pekerjaan umum/lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Kementerian Pekerjaan Umum melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 539/KPTS/M/2014 tanggal 8 Oktober 2014 tentang penyesuaian tarif tol akan menaikkan tarif tol ruas Jakarta Cikampek 0 sampai 50 persen terhitung Kamis, 16 Oktober 2014.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kornel MT Sihaloho menjelaskan kepada wartawan di Jakarta, Kamis sore (9/10/2014). Turut hadir dalam jumpa pers tersebut VP Operation Management Taruli M. Hutapea dan GM Tol Jakarta – Cikampek Yudhi krisyunoro dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
"Sistem pengoperasian tol Jakarta-Cikampek sendiri terdiri dari dua pengoperasian yakni terbuka dan tertutup," katanya.
Sistem pengoperasian terbuka ditetapkan di ruas Jakarta hingga Cikarang Barat sepanjang 31,20 kilometer (km). Sedangkan sistem transaksi tertutup sepanjang 41,30 km dari mulai Cikarang Barat ke Cikampek.
Pada sistem tarif terbuka dari Jakarta ke Cikarang Barat terjadi kenaikan Rp 500 dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000.
"Penyesuaian tarif tol kendaraan golongan I sampai V berkisar 0 persen sampai 50 persen," kata Kornel kepada wartawan di Kantor Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis sore (9/10/2014).
Hitungan penyesuaian tarif tersebut berdasarkan data inflasi di daerah yang dilalui jalan tol tersebut. Dalam penyesuaian tarif ini telah diambil keputusan mengikuti inflasi kota Bekasi.
"Laju inflasi perhitungan penyesuaian tarif dihitung tiga cara, dari tiga cara itu diperoleh laju inflasi terkecil adalah ruas jalan tol yang melalu wilayah terpanjang kota bekasi dengan nilai 12,95 persen," tuturnya.
Kenaikan tarif tol tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Peerjaan Umum Nomor 539/KPTS/M/2014.
"Berlaku efektif kamis 16 oktober 2014. Pukul 00.00 WIB," jelasnya.
Secara detail, ini rincian kenaikan tarif tol Jakarta Cikampek:
Sistem Terbuka
Jakarta-Cikarang Barat
Golongan I (Tarif Rp4.000)
Golongan II (Tarif Rp6.000)
Golongan III (Tarif Rp8.000)
Golongan IV (Tarif Rp10.000)
Golongan V (Tarif Rp12.000)
Sementara itu, jarak terjauh dengan sistem tertutup dari Cikarang Barat-Cikampek tarifnya adalah:
Cikarang Barat-Cikampek
Golongan I (Tarif Rp9.500)
Golongan II (Tarif Rp15.500)
Golongan III (Tarif Rp19.000)
Golongan IV (Tarif Rp24.000)
Golongan V (Tarif Rp129.000)
Tingkatkan Layanan Jalan Tol
Menyikapi kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek mulai 16 Oktober 2014 mendatang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berjanji untuk meningkatkan layanan di ruas jalan tol.
General Manager Tol Jakarta-Cikampek Yudhi Krisyunoro mengatakan sepanjang 2014, Jasa Marga mengalokasikan dana Rp 100 miliar yang diperuntukkan bagi pemeliharaan ruas tol Jakarta-Cikampek.
Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp 85 miliar ditujukan untuk perbaikan jalan. Sementara sisanya digunakan untuk pemeliharaan lain seperti pengerasan jalan dan perbaikan rambu lalu lintas. Ia memproyeksikan tahun depan anggaran pemeliharaan tol Jakarta-Cikampek akan meningkat.
"Tahun depan kemungkinan naik sekitar sepuluh persen," katanya saat door stop dengan wartawan usai konferensi pers Penyesuaian Tarif Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis sore (9/10/2014) di Jakarta.
Jasa Marga selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bertanggung jawab pada ruas tol Jakarta-Cikampek. Jalur ini membentang sepanjang 72,5 kilometer atau lebih kurang 83 kilometer termasuk akses tol.
Sistem pengoperasian jalan tol Jakarta-Cikampek terdiri atas sistem transaksi terbuka dan sistem transaksi tertutup. Sistem transaksi terbuka membentang dari Jakarta Interchange ke Cikarang Barat sepanjang 31,2 kilometer. Sementara sistem transaksi tertutup membentang dari Cikarang Barat ke Cikampek sepanjang 41,3 kilometer. (dbs/lasman simanjuntak)
Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kornel MT Sihaloho menjelaskan kepada wartawan di Jakarta, Kamis sore (9/10/2014). Turut hadir dalam jumpa pers tersebut VP Operation Management Taruli M. Hutapea dan GM Tol Jakarta – Cikampek Yudhi krisyunoro dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Sistem pengoperasian terbuka ditetapkan di ruas Jakarta hingga Cikarang Barat sepanjang 31,20 kilometer (km). Sedangkan sistem transaksi tertutup sepanjang 41,30 km dari mulai Cikarang Barat ke Cikampek.
Pada sistem tarif terbuka dari Jakarta ke Cikarang Barat terjadi kenaikan Rp 500 dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000.
"Penyesuaian tarif tol kendaraan golongan I sampai V berkisar 0 persen sampai 50 persen," kata Kornel kepada wartawan di Kantor Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis sore (9/10/2014).
Hitungan penyesuaian tarif tersebut berdasarkan data inflasi di daerah yang dilalui jalan tol tersebut. Dalam penyesuaian tarif ini telah diambil keputusan mengikuti inflasi kota Bekasi.
"Laju inflasi perhitungan penyesuaian tarif dihitung tiga cara, dari tiga cara itu diperoleh laju inflasi terkecil adalah ruas jalan tol yang melalu wilayah terpanjang kota bekasi dengan nilai 12,95 persen," tuturnya.
Kenaikan tarif tol tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Peerjaan Umum Nomor 539/KPTS/M/2014.
"Berlaku efektif kamis 16 oktober 2014. Pukul 00.00 WIB," jelasnya.
Secara detail, ini rincian kenaikan tarif tol Jakarta Cikampek:
Sistem Terbuka
Jakarta-Cikarang Barat
Golongan I (Tarif Rp4.000)
Golongan II (Tarif Rp6.000)
Golongan III (Tarif Rp8.000)
Golongan IV (Tarif Rp10.000)
Golongan V (Tarif Rp12.000)
Sementara itu, jarak terjauh dengan sistem tertutup dari Cikarang Barat-Cikampek tarifnya adalah:
Cikarang Barat-Cikampek
Golongan I (Tarif Rp9.500)
Golongan II (Tarif Rp15.500)
Golongan III (Tarif Rp19.000)
Golongan IV (Tarif Rp24.000)
Golongan V (Tarif Rp129.000)
Tingkatkan Layanan Jalan Tol
Menyikapi kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek mulai 16 Oktober 2014 mendatang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berjanji untuk meningkatkan layanan di ruas jalan tol.
General Manager Tol Jakarta-Cikampek Yudhi Krisyunoro mengatakan sepanjang 2014, Jasa Marga mengalokasikan dana Rp 100 miliar yang diperuntukkan bagi pemeliharaan ruas tol Jakarta-Cikampek.
Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp 85 miliar ditujukan untuk perbaikan jalan. Sementara sisanya digunakan untuk pemeliharaan lain seperti pengerasan jalan dan perbaikan rambu lalu lintas. Ia memproyeksikan tahun depan anggaran pemeliharaan tol Jakarta-Cikampek akan meningkat.
"Tahun depan kemungkinan naik sekitar sepuluh persen," katanya saat door stop dengan wartawan usai konferensi pers Penyesuaian Tarif Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis sore (9/10/2014) di Jakarta.
Jasa Marga selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bertanggung jawab pada ruas tol Jakarta-Cikampek. Jalur ini membentang sepanjang 72,5 kilometer atau lebih kurang 83 kilometer termasuk akses tol.
Sistem pengoperasian jalan tol Jakarta-Cikampek terdiri atas sistem transaksi terbuka dan sistem transaksi tertutup. Sistem transaksi terbuka membentang dari Jakarta Interchange ke Cikarang Barat sepanjang 31,2 kilometer. Sementara sistem transaksi tertutup membentang dari Cikarang Barat ke Cikampek sepanjang 41,3 kilometer. (dbs/lasman simanjuntak)
Jakarta,BeritaRayaOnline, Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) melaksanakan evaluasi terhadap standar kualitas dan kinerja pelayanan penyelenggaraan SPAM di Indonesia.Fokus kegiatan BPPSPAM 2O15-2O19 yakni mengawal PDAM dengan kategori sehat.Mengawal PDAM dengan kategori sehat untuk tumbuh dan meningkatkan cakupan pelayanan air minum.Memposisikan BPPSPAM menjadi badan yang terpercaya dalam mendorong pengembangan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan SPAM.
Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Pendukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Ir.Tamin M Zakaria,MSc,MBA kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/1O/2O14).
Menurutnya, fasilitasi PDAM untuk pinjaman perbankan sesuai dengan Perpres Nomer 29 tahun 2OO9 terdapat lima PDAM yang telah mendapatkan kredit investasi dari perbankan nasional dengan total investasi Rp 582,9 miliar.Lima perbankan tersebut adalah kabupaten Ciamis, Kab.Bogor, Kab.Lombok Timur, Kota Malang, dan Kota Banjarmasin.Total sambungan dari kelima PDAM tersebut adalah 139.535 SR (Sambungab Rumah) dengan kapasitas keseluruhan 1.840 l/dt.
Dijelaskan oleh Ir.Tamin M.Zakaria, MSc,MBA,Kepala BPPSPAM, PDAM yang diusulkan kepada Kementerian Keuangan dan telah dilakukan pembahasan terdapat lima PDAM yaitu Kota Denpasar,Kota Palopo, Kab.Cilacap, Giri Menang, Kab.Banyumas dan Kab.Buleleng.Total investasi Rp 951,2 miliar dengan target 161.850 SR.
Status investasi SPAM melalui kerjasama pengusahaan KPS.Kerjasama pengusahaan Kab.Tangerang dengan PT.Acuatico dengan kapasitas 9OO l/dt.Kapasitas tersebut melayani 36O.OOO jiwa dengan 72.OOO SR.Dua proyek KPS SPAM masih dalam proses pengadaan yakni proyek KPS-SPAM Umbulan, Jawa Timur dengan kapasitas 4OOO l/dt untul 32O.OOO SR dan proyek KPS SPAM Kota Bandar Lampung dengan kapasitas 5OO l/dt untuk 42.OOO SR.
Rencana kerjasama pengusahaan KPS SPAM yang siap ditawarkan adalah proyek KPS SPAM Semarang Barat dengan kapasitas 1.O5O l/dt untuk 84.OOO SR dan SPAM Kab.Lamongan dengan kapasitas 2OO l/dt untuk 16.OOO SR.Sedangkab SPAM yang dinilai potensial adalah SPAM Jatigede dengan kapasitas 35OO l/dt untuk 480.000 SR dan SPAM Karian dengan kapasitas 1O.OOO l/dt untuk 800000 SR.
Status investasi SPAM melalui kerjasama pengusahaan B to B terdapat 5 lokasi yang telah diresmikan, 5 lokasi dalam pelaksanaan fisik, 3 lokasi dalam penandatanganan kerjasama, 4 lokasi yang ditawarkan dan 9 lokasi yang potensial.Perkiraan total investasi B to B senilai Rp 4, 3 triliun.(lasman simanjuntak)
Jakarta, BeritaRayaOnline, Puteri Indonesia 2O14, Elvira Devinamira, ikut hadir dalam acara Hari Habitat Dunia 2O14 "The Youth Froum on Habitat" peran serta generasi muda dalam mendukung pengentasan permukiman kumuh berlangsung di Aula Serbaguna Lantai 8, Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, di Jakarta, Senin pagi (6/1O/2O14). Foto :lasman simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Teks Foto : Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, didampingi Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, memberikan keterangan kepada wartawan , seusai membuka Hari Habitat Dunia 2014 The Youth Forum on Habitat "Peran Serta Generasi Muda Dalam Mendukung Pengentasan Kemiskinan" berlangsung di Aula Serbaguna Lantai 8, Gedung SumberDaya Air dan Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, di Jakarta, Senin pagi (6/10/2014). (Foto : Lasman Simanjuntak/ BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline, Hari Habitat Dunia(HHD) merupakan peringatan yang dicanangkan oleh PBb jatuh pada senin pertama bulan Oktober.Tema hari Habitat dunia 2O14 adalah "Voice From Slum" yang mencoba menggali pengalaman dan pendapat warga mengenai penanganan kawasan kawasan kumuh.Indonesia melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), mencita-citakan terwujudnya kota tanpa kawasan kumuh di tahun 2019, bersamaan dengan target mencapai akses unversal 100 persen air minum dan sanitasi.
Untuk mewujudkan kota tanpa kawasan kumuh, maka dibutuhkan penanganan yang memperhatikan karakter lokal masing-masing kawasan kumuh dan aspirasi warga yang tinggal di dalamnya. Selain itu, perwujudan permukimanyang layak huni dan berkelanjutan memerlukan kemitraan seluruh pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk mencapai kota tanpa kawasan kumuh.
Peringatan Hari Habitat Dunia 2014 dijadikan momentum strategis bagi pemerintah untuk mengajak seluruh stakeholder terkait untuk berpartisipasi dalam upaya nyata mngurangi luasan kawasan kumuh di Indonesia. Untuk itu pada Hari Habitat 2014 dilaksanakan berbagai kegiatan untuk menghimpun gagasan dan inisiatif penanganan kumuh serta melibatkan stakeholder beragam dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, NGO, praktisi, akademisi dan generasi muda.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Dirjen Cipta karya Imam S Ernawi, Dirjen Penataan Ruang Basoeki Hadimoelyono, Sesditjen SDA Mudjiadi dan Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira. Peserta The Youth Forum of Habitat berasal dari Perguruan Tinggi antara lain UI, Universitas Trisakti, Universitas Parahyangan, Universitas Padjajaran dan duta sanitasi.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan untuk menangani kawasan kumuh di Indonesia diperlukan sektiar Rp 200 triliun. Untuk itu, tidak akan mungkin dalam kurun waktu lima tahun (2015-2019) bisa terwujud tanpa bantuan dari Kementerian/Lembaga lain, Pemprov, Pemkab/kota, stakeholder dan masyarakat.
Kasie Wilayah II, Subdit Pengembangan Permukiman Baru, Muhammad Rizat Abidin selaku Koordinator Kegiatan The Youth Forum of Habitat mengatakan, acara tersebut berusaha menghimpun ide dan potensi generasi muda untuk berkolaborasi bersama dalam mewujudkan kota anpa kawasan kumuh. Sasarannya adalah mahasiswa dari perguruan tinggi dan duta sanitasi
“Pada forum ini para generasi muda akan berembug dan bertukar pengetahuan mengenai pengalaman-pengalaman nyata program penanganan kawasan kumuh. Ide-ide inovatif dan pengalaman positif penanganan kawasan kumuh dari generasi muda akan menambah ragam program kreatif yang dilaksanakan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah kawasan kumuh,” ujar Rizat.
Dari data Kementerian PU, tahun 2014 telah teridentifikasi 3.201 kawasan kumuh seluas 34.374 ha dan 34,4 juta jiwa yang tinggal di kawasan tersebut. Di Indonesia sektiar 10 tahun lalu, 1 dari 5 orang tinggal di permukiman kumuh. Sedangkan data dari UN Habitat, saat ini masih terdapat satu miliar jiwa yang tinggal di kawasan kumuh dari tujuh miliar penduduk dunia.
Menteri PU mengatakan bahwa Sidang PBB menyepakati peringatan Hari Habitat Dunia karena Hak Azasi Manusia kita untuk tinggal di lingkungan yang sehat, nyaman dan berkelanjutan. Kenyataannya masih banyak penduduk yang tinggal di permukiman kumuh. Untuk itu, perlu dukungan agar permukiman kumuh berkurang dan tidak ada lagi pada tahun 2019.
Kegiatan Youth Habitat Forum berusaha menghimpun ide dan potensi generasi muda untuk berkolaborasi bersama untuk mewujudkan kota tanpa kawasan kumuh. Pada forum ini generasi muda dari berbagai organisasi dan institusi akan berembug dan bertukar pengetahuan mengenai pengalaman-pengalaman nyata program penanganan kawasan kumuh.
Ide-ide inovatif dan pengalaman positif penanganan kawasan kumuh yang berasal dari generasi muda akanmenambah ragam program kreatif yang dilaksanakan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan kumuh. Dari hasil indentifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum padatahun 2014 telah teridentifikasi 3.2011 kawasan kumuh yang mencakup luas 34.374 Ha dan 34,4 juta jiwa yang tinggal di kawasan-kawasan tersebut.
"Saya amat mendukung kehadiran kegiatan ini sebagai bentuk nyata merekam kiprah generasi muda serta kolaborasinya dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan kawasan kumuh di tahun yang akan datang," ujar Dirjen Cipta Karya Imam.S.Ernawi. (lasman simanjuntak)
Tangerang, BeritaRayaOnline,-Salah satu program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh PT Marga Mandalasakti (MMS) yakni melakukan pembinaan terhadap beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di sekitar jalan tol Tangerang-Merak khususnya di daerah Cikande yaitu SDN Maja, SDN Gorda, SDN Songgom Jaya, SDN Rancailat dan SDN Kosambi serta SDN Koper 2. Untuk memperoleh suasana belajar yang berbeda, keenam SDN binaan MMS tersebut mengikutiToll Road Tourism ke Kantor dan Gerbang Tol Tangerang-Merak pada Selasa, 30 September 2014.
Saat ini industri pengelolaan jalan tol merupakan salah satu industri yang berkembang pesat. Salah satunya pada ruas tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh MMS sepanjang 72,45 Km yang menghubungkan Tangerang Barat sampai Merak, ujung barat Pulau Jawa dan melalui 3 wilayah yaitu Tangerang, Serang dan Cilegon.Diharapkan dengan Toll Road Tourism yang diadakan oleh MMS dapat memberikan pengetahuan dan menambah wawasan bagi siswa-siswiSDN binaan MMSmengenai kegiatan utama dan proses bisnis pengelolaan jalan tol.Sebanyak 42 siswa dan 12 guru pendamping dari 6 SDN binaan berkesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas-aktivitas pengelolaan jalan tol.
“SD binaan MMS sudah menjadi bagian keluarga bagi MMS. Kami ingin memperkenalkan lebih jauh tentang bisnis jalan tol. Setiap SD mengirimkan perwakilan untuk melihat lebih dekat jalan tol MMS , mulai dari gerbang Cikupa hingga Merak,” ujar Rury Purwantoko, Manager Environment, Social & Responsibility dan Usaha Lain MMS.
Toll Road Tourism ini bertujuan memberikan suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berbeda dengan suasana belajar di sekolah. Siswa-siswi juga dapat melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari dan membuka wawasan tentang berbagai aktivitas utama antara lain pengumpulan tol dan manajemen lalu lintas serta pemeliharaan jalan tol. Toll Road Tourism merupakan kegiatan pertama kali bagi siswa-siswi SDN binaan MMS sehingga diharapkan mereka mendapatkan pengalaman baru dalam belajar dan dapat memberikan dampak positif dengan mampu membangkitkan motivasi untuk bercita-cita lebih tinggi dan mengembangkan pikiran para siswa dalam belajar.
Selama kegiatan Toll Road Tourism siswa-siswi akan diajak berkeliling ke Kantor dan Gerbang Tol di Cikupa, Serang Timur, dan Merak. Pada kesempatan itu mereka akan melihat mekanisme kerja petugas pengumpul tol dan pengawas, melihat kendaraan patroli, ambulans, rescue truck dan tentunya ingin dicoba untuk dinaiki yaitu kendaraan sky lift. Setelah melihat ruangan Sentral Informasi dan Komunikasi (SIK) di kantor gerbang tol Serang Timur, pada akhir kunjungan siswa-siswi akan diajak ke Gerbang Tol Merak untuk melihat batas akhir tol MMS.
Tak hanya mengamati dan melihat langsung proses industri jalan tol, pada kegiatan ini siswa-siswi dilatih untuk belajar membuat laporan kunjungan pada bidang studi Bahasa Indonesia. Belajar untuk menulis dan menceritakan apa yang mereka lihat dan dipahami selama kegiatan Toll Road Tourism ke MMS.
“Mereka adalah agen perubahan. Diharapkan mereka dapat menjaga keberlangsungan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Sebagai seseorang yang intelektual, mereka juga dapat mempengaruhi lingkungan ke arah yang jauh lebih baik lagi,” ucap Rury menutup pembicaraan.
Terselenggaranya acara Toll Road Tourismini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT MMS ke-25 yang jatuh pada 4 Oktober dan agenda bulanan MMS yakni Journalist Goes to Toll Road (JOGET). MMS senantiasa memberi perhatian utama di bidang pendidikan dengan berlandaskan tekad untuk berperan serta dalam membangun masyarakat cerdas dan mandiri dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan.(press release/lasman simanjuntak)



.jpg)



.jpg)



