Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian (Kementan) akan kembali merevisi prognosa (taksasi) produksi gula tebu tahun ini menjadi hanya 2,5 juta ton. Itu dilakukan menyusul terjadinya fenomena El Nino yang menyebabkan rendemen tebu turun dari 8,17% menjadi 7,42%.
Pada awal tahun, produksi gula dipatok sebesar 3,1 juta ton, namun berdasarkan taksasi Maret yang dilakukan Dewan Gula Indonesia (DGI) produksi tahun ini hanya sebesar 2,9 juta ton.
Direktur Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan Kementan Nurnowo mengungkapkan, produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri tahun ini diramalkan meleset dari taksasi (prognosa) Maret 2014 sebanyak 2,9 juta ton menjadi 2,5 juta ton. Perkiraan penurunan itu berdasarkan terjadinya dampak El Nino yang menyebabkan rendemen tebu turun.
“El Nino menyebabkan musim kering, namun dengan ketidakpastian iklim seperti saat ini, terjadi hujan di tengah prediksi El Nino, telah memicu pertumbuhan bunga yang menyebabkan sukrosa terserap untuk masuk ke masa generatif sehingga kadar nira berkurang,” kata dia di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Berdasarkan data 30 Juni lalu, rendemen tebu turun menjadi 7,42% dari sebelumnya 8,17%. Sedangkan pabrik gula (PG) swasta di Lampung masih mampu mempertahankan rendemen 8,17% karena kegiatan on farm dan off farm terintegrasi, sehingga manajemen dapat mengontrol. Sedangkan rendemen PG BUMN di Jawa hanya 6,7%.(investordaily online/lasman simanjuntak)
0 comments